PKPI tak Tuntut Balas Budi ke Jokowi-JK

pkpi

PALEMBANG – Sebagai salah satu partai koalisi pendukung pasangan Joko Widodo (Jokowi)-Jusuf Kalla (JK) di Pemilihan Presiden (Pilpres) 2014, Partai Keadilan dan Persatuan Indonesia (PKPI) tidak mempermasalahkan jika nantinya dalam kabinet yang dibentuk Jokowi-JK tidak ada nama kader partai berlambang burung garuda tersebut.

Sebab kata Ketua Dewan Perwakilan Provinsi (DPP) PKPI Sumsel, Purnawarman Kias, sejak awal PKPI berkomitmen dengan koalisi tanpa syarat yang digagas pasangan Jokowi-JK. Namun menurut dia, ada sejumlah kader PKPI yang dinilai layak menjadi nominator calon menteri di kabinet bentukan Jokowi-JK nantinya.

“Kami menilai Ketua Umum PKPI Letjend (Purn) Sutiyoso dan Sekjend PKPI, Letjend (Purn) M Yusuf Kartanegara, pantas dan layak untuk menjabat sebagai menteri di kabinet nanti,” katanya, Rabu (6/8).

Sutiyoso menurutnya layak menjabat Menteri Dalam Negeri (Mendagri) atau Menteri Pertahanan (Menhan). Hal itu karena Sutiyoso berpengalaman sebagai kepala daerah, sebab pernah menjabat sebagai Gubernur DKI Jakarta. Selain itu, ia juga pensiunan jenderal di TNI AD.

Tetapi tegasnya, PKPI tidak akan menuntut balas budi kepada pasangan Jokowi-JK. PKPI bergabung dengan PDI Perjuangan dan sejumlah partai politik lainnya untuk mengusung pasangan tersebut, tidak akan pernah meminta imbalan.

Dilanjutkannya, jika tidak adanya kader PKPI masuk dalam nominasi menteri di kabinet Jokowi-JK bukan berarti kader PKPI jelek. Hanya saja, mungkin ada pertimbangan lain yang menjadi syarat pemilihan. “PKPI tidak masalah. Bergabungnya PKPI ke poros Jokowi-JK kami melihat ada sisi profesional dalam penentuan jabatan menteri dan ini segera dibuktikan,” tukasnya.

Sekedar menginformasikan setelah ditetapkannya Jokowi-JK sebagai pemenang Pilpres oleh KPU RI, ada banyak nominator menteri yang diusulkan masuk pada pemerintahan Jokowi-JK.

Dari lima partai yang tergabung, PDI Perjuangan, PKPI, Partai Kebangkitan Bangsa (PKB), Partai Nasional Demokrat (Nasdem) dan Partai Hati Nurani Rakyat (Hanura), semua partai menyertakan kadernya sebagai pertimbangan Jokowi.

 

TEKS          : ARDHY FITRIANSYAH

EDITOR        : DICKY WAHYUDI

 




Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *