Penertipan PKL tidak Konsisten ?

Ilustrasi Penertipan PKL Olh Satpol PP | Dok KS

Ilustrasi Penertipan PKL Olh Satpol PP | Dok KS

EMPAT LAWANG – Penertiban Pedagang Kaki Lima (PKL) menggelar lapak dagangannya memasuki badan jalan dinilai tidak konsiten. Sebab pasca Idul Fitri 1435 Hijriah, para PKL kembali menyempitkan badan jalan di Jalan Lintas Tengah (Jalinteng) tepatnya di kawasan Pasar Tebing Tinggi.

Pantauan Kabar Sumatera dilapangan, sejauh ini tidak ada penertiban dilakukan. Tampak kepadatan dan kemacetan arus lalu lintas, kembali terjadi di Jalinteng Pasar Tebing Tinggi. Salah satu faktor penyebabnya, ya itu tadi penyempitan badan jalan akibat PKL berjualan menggelar lapak dagangannya hingga ke badan jalan.

Mardi (40), warga Kelurahan Pasar Tebing Tinggi ketika dibincangi, Rabu (6/8) menyebut harusnya pemerintah konsisten dengan kebijakan. Jangan sampai menurutnya, terkesan hanya omongan saja untuk melakukan penertipan para PKL. “Ini kan jalan nasional, harusnya ada solusi kongkrit dari pemerintah. Masalahnya sudah belasan tahun,” cetusnya ditengah kemacetan, kemarin.

Mardi mengatakan, kalau seperti ini terkesan pemerintah tidak serius menertibkan PKL. Padahal sebutnya, Pemkab Empat Lawang beberapakali menyatakan di media massa akan menertibkan PKL yang menggelar dagangannya dibadan jalan. Kenyatannya, belum juga dilaksanakan.

“Ya, bijaksana dalam mengambil keputusan dan jangan sampai kesannya hanya menakut-nakuti para PKL saja, otomatis ini akan membuat para PKL itu semakin merajalela. Jika tidak tegas, bukan tidak mungkin kesembrawutan dan kemacetan di Pasar Tebing Tinggi ini kedepannya semakin parah,” ujarnya.

Sementara Komandan Satuan Polisi Pamong Praja (Sat Pol PP) Empat Lawang, Suandi Soni membantah kalau mereka tidak konsisten menertibkan PKL. Menurutnya, Sat Pol PP kapan pun siap melakukan penertiban agar PKL tersebut menggelar dagangannya minimal sekitar 75 centimeter dari badan jalan.

“Namun yang menjadi kendala, belum ada surat keputusan dari Dinas Pasar. Kita masih menunggu keputusan itu,  kalau kita kapan pun siap melakukan penertiban terhadap PKL tersebut,” tegasnya.

Suardi menambahkan, penertiban terhadap PKL tersebut tujuannya bukan untuk menggusur. Mereka tetap di izinkan berdagang, namun jangan sampai lapak dagangannya memakan badan jalan.

Sebagai informasi, sebelumnya dalam rapat koordinasi antara Pemkab Empat Lawang dengan Kepolisian Resort (Polres) Empat Lawang diputuskan, PKL harus mundur satu meter dari tempatnya berdagang saat ini.

Rapat yang diselenggarakan di ruang rapat Setda Pemkab Empat Lawang, Senin (21/7) itu menugaskan Sat Pol PP, kepolisian, dan Dishubkominfo mensosialisasikan kebijakan itu ke PKL. Kemudian malam harinya  dipasang garis putih, sebagai  batas pedagang berjualan.

 

TEKS          : SAUKANI

EDITOR         : DICKY WAHYUDI




Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *