Kasus Kabakaran Meningkat 20 Persen

Ilustrasi Pemadam Kebakaran | Dok KS

Ilustrasi Pemadam Kebakaran | Dok KS

INDERALAYA – Unit Pelaksana Teknis Daerah (UPTD) Pemadam Bahaya Kebakaran (PBK) Kabupaten Ogan Ilir (OI) mencatat dari Juni hingga awal Oktober ini, kebakaran di Ogan Ilir mengalami peningkatan hingga 20 persen dibandingkan tahun 2013 lalu.

Meningkatnya kasus kebakaran dipicu beberapa faktor mulai dari kesalahan manusia (human error), arus pendek listrik (konsleting), obat nyamuk hingga kebakaran lahan.

Kebakaran tersebut didominasi oleh kebakaran lahan gambut yang mencapai ratusan hektar di beberapa wilayah di OI.

Kepala UPTD PBK Ogan Ilir, Adil Siregar, Rabu (6/8), mengatakan, meningkatkan kasus kabakaran di OI didominasi oleh kebakaran lahan bukan untuk kebakaran rumah.

Menuruthya, total luas lahan gambut yang terbakar hingga kini mencapai ratusan hektar lebih yang tersebar di sejumlah kecamatan di Kabupaten OI.

“Lahan gambut tahun ini tetap mendominasi terjadinya kebakaran di OI. Sama seperti tahun lalu, di mana lahan gambut menjadi penyebab kebakaran di OI. Namun untuk kuantitasnya mengalami peningkatan sekitar 20 persen bila dibandingkan tahun sebelumnya,” ujarnya.

Ia menambahkan, rata-rata pemicu terjadinya kebakaran di luar lahan gambut seperti rumah, akibat dari arus pendek listrik atau korsleting, disusul kelalaian manusia menempatkan obat nyamuk dan sebagainya.
“Sampai saat ini kami hanya memiliki tiga armada berkapasitas 5.000 liter hingga 10.000 liter. Kendala yang kerap dihadapi adalah rentang kendali yang jauh, informasi yang minim ditambah kemacetan di lapangan. Memang seharusnya setiap kecamatan itu memiliki posko PBK sendiri sehingga meminimalisir kebakaran yang lebih meluas lagi,” jelasnya.

Dia menegaskan permasalahan kebakaran lahan gambut itu sebenarnya merupakan tanggungjawab Dinas Kehutanan dan bukan kewenangan PBK OI. Hanya saja setiap terjadi suatu kebakaran, masyarakat lebih mengenal PBK sehingga senantiasa melaporkan kebakaran itu ke petugas PBK.

“Tupoksi utama PBK ialah melakukan upaya pemadaman api terhadap bangunan, gedung, toko, rumah, maupun kendaraan. Sementara untuk kebakaran lahan gambut menjadi tanggungjawab Dinas Kehutanan. Dinas Kehutanan memiliki petugas yang senantiasa melakukan patroli untuk mengidentifikasi kebakaran lahan terjadi,” paparnya.

Bahkan, sambungnya, Dinas Kehutanan sudah memiliki armada untuk memadamkan api.

“Untuk titik daerah rawan terjadinya kebakaran, berada di sejumlah kecamatan diantaranya Indralaya Utara, Indralaya Induk, Pemulutan Induk, Pemulutan Barat dan Pemulutan Selatan serta Kecamatan Indralaya Selatan,” ungkapnya.

Dia menilai kecamatan tersebut masih memiliki lahan yang cukup luas dengan didominasi lahan gambut yang berpotensi cepat terbakar.

“Kebakaran lahan itu bisa terjadi secara sengaja ataupun tidak disengaja. Apalagi ditambah angin kencang dan titik hotspot
tinggi tidak menutup kemungkinan kebakaran bisa meluas ke lahan gambut lainnya,” katanya.

 

Teks : Junaedi Abdillah

EDITOR: SARONO P SASMITO




Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *