Jika Hadir Diajang MTQ Internasional, Palestina akan Disambut Spesial

palestina

PALEMBANG – Pemerintah Provinsi (Pemprov) Sumatera Selatan (Sumsel), mengharapkan Palestina bisa menjadi salah satu peserta dalam Musabaqoh Tilawatil Quran (MTQ) tingkat Internasional yang akan digelar di Palembang, September mendatang walau pun negara tersebut tengah digempur oleh Israel.

Jika Palestina menjadi peserta maka menurut Asisten III Bidang Kesejahteraan Rakyat (Kesra) Pemprov Sumsel, Ahmad Najib, peserta dari negara tersebut akan mendapatkan sambutan spesial dari pemprov.

Menurutnya, Palestina pantas mendapatkan kehormatan dalam event tersebut karena negara ini memegang teguh nilai ke Islaman. “Undangan ke Palestina, sudah kita layangkan. Mudah-mudahan segera mendapatkan konfirmasi, secepatnya,” harap Najib yang dibincangi usai rapat koordinasi pelaksanaan MTQ, Rabu (6/8) di Pemprov Sumsel.

Bagaimana dengan kesiapan Sumsel sebagai tuan rumah ? menurut Najib saat ini, kesiapan pelaksanaan MTQ tersebut sudah 70 persen. Saat ini terangnya, sudah 11 negara yang mengkonfirmasi bakal mengikuti ajang tersebut. “Selain negara-negara di kawasan Timur Tengah, negara dari kawasan Eropa dan Afrika juga sudah mengkonfirmasi kehadirannya seperti Belanda, Libya dan Guenea,” ujarnya.

Bagi negara yang belum melakukan konfirmasi, kemungkinan masih dalam tahap pendataan  untuk siapa saja yang akan dikirim ke Indonesia. Untuk pembukaannya sendiri akan mendengarkan ayat suci Al-Quran dari peserta Maroko yang merupakan juara MTQ sebelumnya. Pihaknya juga mengundang Wali Band dan Bimbo, serta penyanyi Maher Zein.

Tak hanya itu, sebagai tuan rumah, Sumsel menjamin keabsahan seluruh peserta baik itu Qari maupun Qari’ah yang akan bertanding. Jaminan ini, merupakan hasil evaluasi terkait antisipasi terjadinya praktik jual-beli peserta yang akan mewakili negara tertentu.

Dalam pelaksanaannya pun, enam negara dipastikan terlibat sebagai dewan juri yakni Iran, Saudi Arabia, Prancis, Uni Emirat Arab, Yordania dan Indonesia. “Ini surat kita resmi dari Indonesia, untuk meminta peserta mengikuti event ini. Jadi, kita jamin keabsahannya,” tegasnya.

“Meski demikian, jika nantinya ditemukan akan ada aturan yang bertindak. Jika terpaksa, sanksi untuk diskualifikasi sudah jelas diberikan.  Tapi sekali lagi, negara peserta tidak mungkin mengirimkan peserta yang bukan dari negara asalnya. Ini sebuah prestise,” sambungnya.

Sementara, Deputi 1 Panitia Penyelenggara MTQ Internasional, Najib Haitami mengaku optimistis jika total negara yang akan mengikuti event ini sebanyak 53 negara, akan menyatakan kesediaannya sebelum tenggat waktu 15 Agustus mendatang.

Terkait estimasi dana yang digunakan, diakui Nadjib, disiapkan yang saat ini sedang dikaji oleh BPKP untuk melihat mana yang layak dan mana yg tidak layak, setelah dikaji baru akan dirapatkan kembali oleh seluruh panitia dan pihak terkait untuk peneyelenggaraan even MTQ internasional ini.

 

TEKS         : IMAM MAHFUZ

EDITOR        : DICKY WAHYUDI




Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *