ISIS Disebut Ingin Hancurkan Islam

Ilustrasi Militan ISIS | Foto : The Guardian

Ilustrasi Militan ISIS | Foto : The Guardian

PALEMBANG – Islamic State of Iraq and Syria (ISIS), kini menjadi perhatian serius oleh pemerintah Indonesia dan dunia. Aksi-aksi yang ditunjukkan kelompok yang digembor-gemborkan ingin membentuk khilafah di seluruh dunia Islam tersebut, justru dituding oleh Forum Umat Islam (FUI) Sumsel, adalah gerakan yang ingin menghancurkan Islam.

Tudingan tersebut disampaikan Ketua FUI Sumsel, Umar Said. Alasanya menurut Umar, aksi-aksi yang ditunjukkan oleh kelompok ini justru adalah aksi-aksi kekerasan dan radikalisme.

Itu sebut Umar, sangat bertentangan dengan ajaran Islam. “ISIS itu gerakan yang dibentuk untuk menghancurkan Islam, sebab Islam sulit ditaklukan jika dari aspek apapun. Gerakan ini, sama dengan gerakan zionis yang dahulu berhasil memecah Nasrani hingga lahir Kristen Protestan dan Katolik,” tuding Umar ketika dibincangi, Rabu (6/8).

“Gerakan yang benci akan kebangkitan Islam, menciptakan penghancuran Islam melalui Islam itu sendiri. Perkembangan Islam di Eropa dan Amerika kini melesat 15 persen setiap tahunna, inilah yang membuat kelompok-kelompok tertentu kuatir akan kebesaran Islam,” sambungnya.

Menurut Umar, masyarakat Indonesia memang patut waspada dengan keberadaan ISIS. Agar kelompok ini tidak berkembang di Indonesia disarankan Umar, tokoh-tokoh agama dan tokoh masyarakat bisa menghimbau masyarakat melalui media atau cara lainnya agar masyarakat tidak mudah terbujuk dan terpengaruh dengan propaganda ISIS.

Sementara itu Ketua Majelis Ulama Indonesia (MUI) Sumsel, H Sodikun menyebut tidak ingin langsung menilai buruk ISIS. MUI terangnya, masih meneliti tujuan dan visi misi utama dari gerakan tersebut.

“Pemimpinnya kan Abu Bakr Al Baghdad. Gerakan ini agak berat, harus diteliti betul. Sebab informasi yang didapat, pimpinan ISIS ini merupakan keturunan Nabi Muhammad SAW,” ucap Sodikun.

Sodikun mengatakan pengaruh ISIS ini memang luar biasa. Mereka menggambar-gemborkan ingin menegakkan ke khalifahan,  ideologi itu diadopsi dari Al-Qaeda dan besar kemungkinan bisa mendapat respon dari negara Islam lainnya.

“Banyak yang salah kaprah dengan ISIS, mereka disebut membantai kaum Sunih padahal itu dilakukan kelompok Syiah. Karenanya kami akan teliti lebih dahulu, sebelum bersikap,” ujarnya.

Ditempat berbeda, Kepala Kantor Wilayah (Kanwil) Kementrian Agaman (Kemenag) Sumsel, Hambali mengatakan Kemenag menyerahkan sepenuhnya kepada polisi jika ada warga Sumsel yang menjadi anggota ISIS.

“Kami rencanakan akan memanggil tokoh agama, melakukan pembicaraan tentang ISIS. Kami tidak mengkhawatirkan Palembang, namun di daerah tidak aman sehingga ISIS bisa berkembang,” ungkap Hambali.

Hambali menegaskan, ISIS adalah gerakan radikal yang menyimpang dari agama Islam. Pasalnya, dalam perekrutan anggota, ISIS menghalalkan segala cara. “Saya kira untuk di Sumsel belum ada, karena masih baru. Jika ditelah ditemukan ada yang menjadi anggota ISIS, akan kami kembalikan hal tersebut kepada kepolisia,” tukasnya.

 

TEKS         : ARDHY FITRIANSYAH

EDITOR       : DICKY WAHYUDI




Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *