30 Ineks dan Sabu Senilai Rp21 Juta Diamankan Polres OI

Ilustrasi Ekstasi | Ist

Ilustrasi | Ist

INDERALAYA – Apes dialami Faizal Arpandi sang kurir narkoba jenis ineks dan sabu. Pasalnya, transaksi narkoba yang dilakukan Faizal dengan pelangannya Mardian, berhasil digagalkan petugas Satnarkoba Polres Ogan Ilir (OI), Selasa (5/8) sore.

Petugas langsung menggelandang warga Desa Talang Balai, Kecamatan Tanjung Raja, Kabupaten OI, ini beserta barang bukti 30 ineks dan satu kantong sabu seharga Rp 21 juta.

Sedangkan Mardian, warga Desa Limbang Jaya, Kecamatan Tanjung Batu, berhasil kabur saat hendak ditangkap sambil membawa 60 butir ineks yang baru dibelinya.

Informasi yang didapat, sebelumnya petugas mendapat informasi akan ada transaksi narkoba di rumah Yadi, di Desa Talang Balai, Kecamatan Tanjung Raja.

Mendapat informasi tersebut, petugas langsung melakukan penyelidikan. Benar saja, saat berada di lokasi yang dimaksud, petugas melihat Faizal dan Mardian saat bertransaksi narkoba.

Melihat buruannya ada di depan mata, petugas langsung melakukan penggrebekan. Saat digrebek, Mardian lolos dari kepungan petugas sambil membawa 60 butir ineks yang baru dibelinya.

Sementara kurir narkoba Faizal, berhasil diciduk. Dari tangan Faizal, petugas mengamankan 30 butir ineks dan satu kantong sabu seharga Rp 21 juta.

Kapolres OI AKBP Asep Jajat Sudrajat melalui Kasat Narkoba AKP Ihsan mengatakan, penangkapan tersangka Faizal Arpandi, sebelumnya petugas mendapat informasi bakal terjadi transaksi narkoba di rumah Yadi.

“Kita dapat info kalau ada transaksi narkoba. Kita langsung terjun dan benar saja. Kurir narkoba kita amankan atas nama Faizal Afandi. Sedangkan pembelinya yakni Mardian berhasil kabur. Saat ini masih dalam pengejaran,” tuturnya.

Sementara itu tersangka Faizal mengaku jika saat itu dirinya tengah bertransaksi narkoba dengan Mardian.

“Hari itu, aku memang bertransaksi dengan Mardian dengan membawa 90 butir ineks, baru kukasihkan 60 butir ineks ke Mardian, kami keburu digrebek dan saya tertangkap,” kata Faizal yang  mengaku sebagai kurir dari pelaku bernama Ari atas suruhan Arjani alias Wak Ndo seorang narapidana di Muara Beliti Kabupaten Musi Rawas.

Masih kata Faizal, sebelumnya dirinya sebagai pemakai bertahun tahun, namun satu tahun ini sempat berhenti, lalu berubah menjadi kurir.

“Kerja aku selama ini jual kopi dan gula bantu bapak aku di pasar kalangan,” ungkapnya seraya mengatakan, setiap kali menjadi kurir narkoba dapat upahan Rp300 ribu.

 

TEKS    : JUNAEDI ABDILLAH

EDITOR   : SARONO P SASMITO




Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *