224,1 Km Jalan di Sumsel Rusak

Kondisi Salah Satu jalan yang Berada di Jalan Musi II Palembang, Beberapa Waktu Lalu | Foto : bagus Park

Kondisi Salah Satu jalan yang Berada di Jalan Musi II Palembang, Beberapa Waktu Lalu | Foto : Bagus Park

PALEMBANG – Bukan fakta baru jika masih menjumpai banyaknya ruas jalan provinsi di Sumatera Selatan (Sumsel) yang rusak. Dinas Pekerjaan Umum (PU) Bina Marga (BM) Sumsel  menyebut dari 1.465.000 kilometer jalan yang menjadi tanggung jawab pemerintah provinsi (pemprov), 224,1 kilometer nya rusak.

Kerusakan itu terdiri dari 132,5 km atau 9 persen dalam kondisi rusak ringan dan 91,6 km atau 6 persen dalam kondisi rusak berat.  “Dari total 1.460 km panjang jalan provinsi tersebut, 112,9 km atau 77 persen dalam kondisi baik, 118,7 km atau 8 persen dalam kondisi sedang, 132,5 km atau 9 persen dalam kondisi rusak ringan dan 91,6 km atau 6 persen dalam kondisi rusak berat,” ungkap Kepala Dinas PU BM Sumsel, Heri Amalindo di Palembang beberapa waktu lalu.

Kerusakan-kerusakan tersebut  setidaknya tampak jelas di OKU Timur, OKU Selatan, Muaraenim dan Musi Rawas dan beberapa ruas jalan provinsi yang menghubungkan antara kabupaten dan kota.

Kerusakan jalan ini, tak jarang menimbulkan korban. Banyak kecelakaan lalu lintas terjadi hanya karena terjebak lubang, tidak sedikit juga truk terbalik dan terguling yang akhirnya menghambat arus dan membuat kemacetan panjang. Jalan By Pass Terminal Alang-Alang Lebar misalnya, menjadi langganan keluhan warga karena jalannya yang sarat masalah.

Perbaikan bukannya tidak pernah dilakukan, setiap tahun Pemprov Sumsel menggelontorkan anggaran untuk memperbaiki kerusakan tersebut namun kerusakan jalan provinsi tetap menjadi masalah tak terpecahkan dan cenderung akut.

Kepala Dinas PU BM Sumsel Heri Amalindo beralasan kerusakan jalan itu, karena struktur tanah yang labil. Umumnya kerusakan jalan provinsi kata Heri, terjadi di jalan-jalan yang lahannya rawa serta bantaran sungai karena kondisi tanahnya masih labil sehingga cepat rusak. “Walau banyak rusak, namun jalan-jalan itu masih bisa dilintasi kendaraan bermotor,” jelas Heri beberapa waktu lalu.

Pendapat senada disampaikan anggota Komite I DPD RI, Adhariani. Saat berkunjung ke Kabupaten Musi Rawas (Mura)  beberapa waktu lalu ia menyebut, kerusakan jalan di Sumsel disebabkan maraknya pengangkutan hasil tambang dan perkebunan yang dilakukan di luar ketentuan.

“Sepanjang perjalanan dari Palembang ke Lubuklinggau, banyak dijumpai kendaraan pengangkut batubara dan hasil perkebunan sawit, ini kalau tidak dihentikan akan merusak fasilitas transportasi umum,” sebutnya.

 

TEKS      : DICKY WAHYUDI

EDITOR    : IMRON SUPRIYADI




Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *