Terkait ISIS, Tujuh Napi Teroris Terus Diawasi

Ilustrasi Militan ISIS | Foto : The Guardian

Ilustrasi Militan ISIS | Foto : The Guardian

PALEMBANG – Kementrian Hukum dan Ham (Kemenkumham) Sumatera Selatan (Sumsel) terus mengawasi tujuh narapidana (napi) teroris yang menghuni lembaga pemasyarakatan (Lapas) Mata Merah Palembang. Hal ini dilakukan terkait merebaknya pemberitaan di media massa mengenai organisasi ISIS.

Pengawasan terhadap tujuh napi tersebut kian diperketat tanpa menghilangkan rasa kenyamanan ketuju napi itu selama berada di Lapas Mata Merah Palembang.

Kepala Divisi Permasyarakatan (Kadivas) Kemenkumham Sumsel, Subiyantoro, mengatakan memang belum ada kordinasi dari Badan Penanggulangan Teroris (BPT) Pusat terkait himbauan gerakan ISIS di Indonesia terhadap napi teroris.

Namun, pihak Kemenkumham Sumsel bersama dengan pihak Lapas untuk tetap mewanti-wanti gerak-gerik ketujuh napi teroris di Lapas tersebut.

“Sebelum adanya isu tentang keberadaan ISIS, kita sudah melakukan pengamanan itensif terhadap nap-napi teroris di Lapas Mata Merah. Pasalnya, teroris menjadi salah satu tindak pidana yang harus dijaga ekstra,” kata Subiyantoro, melalui komunikasi via ponsel Selasa (5/8).

Adapun yang menjadi titik penting dari pengawasan napi teroris, ungkap Subiyantoro, adalah memantau pembesuk-pembesuk napi tersebut. Selain mengawasi pembicaraan antara napi dengan pembesuk, barang-barang bawaan yang akan diberikan untuk napi teroris.

Sejauh ini, lanjut Subiyantoro, belum ditemukan indikasi adanya kecurigaan dari gerak-gerik ketujuh napi teroris di Lapas Mata Merah. Pihak lapas belum menemukan benda-benda mencurigakan yang dibawa pembesuk napi teroris sejak ketujuh teroris itu mendekam di lapas. Pembesuk para napi juga masih sebatas keluarga dekat.

“Paling banter yang membesuk isteri dari napi teroris. Meski demikian, kita tidak memandang remeh hal itu dengan terus memberikan pengawasan itensif,” kata Subiyantoro.

Dijelaskan Subiyantoro, lima dari tujuh napi teroris yang kini mendekam di Lapas Mata Merah menjalankan tindak pidananya di wilayah hukum Sumsel. Dalam waktu dekat, kelima napi ini akan segera bebas karena masa tahanan mereka habis.

Sementara dua napi teroris sisanya, merupakan titipan napi teroris dari Tanggerang. Keduanya menjalani masa pidana penjara 2,5 tahun dan baru beberapa bulan menjalani hukuman.

Sejauh ini, belum ada kerabat yang membesuk dua napi teroris ini. “Kita optimis kedua napi itu tidak akan berbuat macam-macam. Pasalnya, keduanya hanya pengikut, bukan yang mengetuai suatu gerakan teroris,” kata Subiyantoro.

Sejauh ini, Kemenkumham Sumsel terus bekordinasi dengan BPT Pusat terkait penjagaan terhadap napi teroris. Apalagi, isu ISIS beredar di Indonesia semakin gencar.

 

TEKS    : OSCAR RYZAL

EDITOR  : ROMI MARADONA




Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *