Selama Delapan Bulan, Ratusan Honorer di Banyuasin Tidak Digaji

Ilustrasi

Ilustrasi

BANYUASIN – Ratusan honorer di lingkup Pemerintah Kabupaten Banyuasin tidak digaji selama delapan bulan. Berdasarkan informasi yang berhasil dihimpun setidaknya 100 tenaga honorer di Pekerjaan Umum (PU) Pengairan Kabupaten Banyuasin yang bertugas mengelola pintu air di kecamatan Pulau Rimau belum menerima honor.

Berdasarkan pengakuan Samal salah seorang honorer penjaga pintu air membenarkan kalau dirinya bersama ratusan pekerja lainnya belum menerima upah selama delapan bulan. “Sudah delapan bulan kami belum terima honor” ucapnya.

Hal yang sama juga dikatakan Giran, dirinya mengaku menjadi tenaga honorer di Dinas itu sudah berjalan kurang lebih dua tahun dan selama ini honornya lancar dan honor tersebut diterimanya setiap triwulan sekali sebesar Rp.450 ribu-Rp 500 ribu/Bulan.

“Untuk jumlah tenaga honor yang ada dalam wilayah kecamatan Pulau Rimau ada 100 orang lebih untuk setatus honorer dari dana APBD dan ada sekitar 100 orang juga yang status sebagai honorer dari APBN. Tetapi tenaga honorer dari APBN honor triwulan pertama tahun 2014 ini sudah diterimanya sebelum lebaran. Namun untuk honorer APBD Banyuasin belum ada yang dibayarkan,” jelasnya

Giran mengaku heran, pasalnya selama tahun 2014 ini honornya selalu terlambat bahkan bulan Agustus ini sudah dua triwulan. Sementara honorer dari dana APBN selalu lancar menerima honornya.

“Seperti sekarang ini kan kami ini sangat membutuhkan dana itu untuk membelikan baju seragam sekolah anak-anak,” urainya.

Dikatakannya, pihaknya berencana menghadap langsung Bupati Banyuasin Yan Anton Ferdian, atau melayangkan surat kepada Bupati agar honornya dapat dibayar sekaligus.

“Jika sampai bulan Agustus ini honornya masih juga tidak dibayar, artinya pimpinan PU Banyuasin berikut Bupatinya tidak mempunyai rasa kemanusian,” imbuh Yani salah satu keluarga honorer APBD Banyuasin menimpalinya.

Sementara itu, kasi Kepegawaian Dinas PU Pengairan, Zurkarnain saat dibincangi diruang kerjanya mengatakan selama dirinya menjadi Kasi belum pernah dengar masalah tenaga Honor yang ada diluar kantor ini.

Kata Zulkarnain ditempatnya tugas tidak ada tenaga honorer dan tidak ada nama yang terdaftar, kecuali tenaga honorer yang ada di kantor. “Jika mereka itu sudah lama menjadi tenaga honor silahkan saja ditanyakan dibagian keuangan, atau mungkin mereka tenaga kerja proyek dari Dinas ini,”terangnya.

Sementara itu, bendahara Dinas PU Pengairan, Dedi diruang kerjanya membenarkan ada tenaga kerja Penjaga pintu air (PPA) diwilayah perairan dan tugas mereka itu pada Pintu Air. Diakui Dedi memang honor mereka sampai saat ini belum dibayarkan, karena ada administrasinya yang masih acak-acakan.

Kata Dedi, sampai saat ini kami masih menata administrasi itu dan honor mereka akan dibayar paling lambat Akhir Agustus. “Bahkan semuanya akan dibayarkan tidak ada yang ditunda lagi,” janjinya.

Dikatakannya, tertundanya pembayaran honor mereka akibat ada perubahan, kalau dulu dibayar per tri wulan, namun sekarang mereka itu dibayar harian. Tetapi nilainya masih sama dengan yang dulu.

“Jadi kelambatan pembayaran honor ini akibat datanya masih berubah-ubah terus, maka sekarang kita benahi sehingga pembayarannya akan Tapat waktu,”tutupnya.

 

TEKS    : DIDING KARNADI

EDITOR  : ROMI MARADONA




Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *