Alex Kembali Rombak Kabinetnya

Gubernur Sumsel, H Alex Noerdin, Selasa (5/8/14), saat melantik 11 pejabat baru eselon II. | Foto : Bagus Park

Gubernur Sumsel, H Alex Noerdin, Selasa (5/8/14), saat melantik 11 pejabat baru eselon II. | Foto : Bagus Park

PALEMBANG – Demi meningkatkan kinerja para pegawainya, struktural jabatan di lingkungan Pemerintah Provinsi (Pemprov) Sumatera Selatan (Sumsel) kembali dirombak. Gubernur Sumsel, H Alex Noerdin, Selasa (5/8), melantik 11 pejabat baru eselon II.

Selain 11 pejabat eselon II, mantan Bupati Musi Banyuasi (Muba) itu juga melantik empat pejabat eselon III dan 29 pejabat eselon III di lingkungan Pemprov Sumsel di Auditorium Bina Praja, Palembang.

Informasi yang dihimpun Kabar Sumatera, 11 pejabat eselon II yang dilantik tersebut H Yusnin yang sebelumnya sebagai Kepala Biro (Karo) Otonomi dan Kerjasama dilantik menjadi Kepala Kesbangpol menggantikan H Ikhwanuddin.

Sementara Ikhwanuddin dipromosikan menjabat sebagai Asisten I Bidang Pemerintahan. Kemudian,  sementara Karo Hukum Sudirman menjadi staf ahli gubernur bidang hukum. Jabatan Sudirman tersebut diambil alih oleh Ardani yang sebelumnya adalah staf ahli bidang hukum.

Kemudian Amsin yang sebelumnya Kabid Pemerintahan desa dan Kelurahan di BPMPD dilantik sebagai Karo Otonomi dan Kerjasama, H Farhat Syukri yang sebelumnya staf Setda dilantik sebagai Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Disbudpar), sedangkan Riki Junaidi dilantik sebagai Kasat Pol PP defenitif.

Jabatan Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes), yang sebelumnya di pegang pelaksana tugas (Plt), dr Fenty digantikan Lestu Nurainy, Kepala Dinas PU Pengairan dijabat oleh Syamsul Bahri, sedangkan Ramadhan Basyeban menjadi Sekretaris DPRD Sumsel defenitif dan H Abdul Hamid menjadi Kepala Biro Organisasi dan Tatalaksana

“Mereka diberikan waktu enam bulan, untuk menunjukkan kinerjanya.  Nantinya kinerja dan performa masing-masing jabatan itu, akan di evaluasi,” kata Alex yang dibincangi usai melantik pejabat struktural di lingkungan Pemprov Sumsel, kemarin.

Menurut Alex, mutasi dalam pemerintahan merupakan hal yang biasa dan hal tersebut tergantung dari pegawai itu sendiri. “Terima dengan ikhlas keputusan ini, inilah dinamika kehidupan kepegawaian. Kalau pegawai bagus, nantinya tentu akan dipromosikan untuk naik jabatan, saya juga pernah mengalami bahkan dari golongan yang terendah. Pernah dikecewakan dan juga pernah dipromosikan,” sebut Alex.

“Kita memerlukan tim solid, profesional, bekerja keras, menguasai bidangnya masing-masing, apalagi kedepan banyak tantangan baru. Saya tekankan yang menjabat ini jangan terlena, akan ada evaluasi lebih lanjut,” pinta Alex.

Dikatakan Alex, sebuah jabatan bukanlah Hak melainkan suatu amanah. Hal itu akan menjadi hak apabila bisa menunjukkan kompetensi, kerja keras dan disiplin, terlebih di Pemprov ini ada TPP yang tidak sedikit.

 

TEKS           : IMAM MAHFUZ

EDITOR        : DICKY WAHYUDI

 




Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *