Warga Hadang Karyawan PTPN VII

ptpn7

BANYUASIN – Ratusan karyawan PTPN VII Unit Usaha Betung Kerawo, Kecamatan Betung, Kabupaten Banyuasin, Senin (4/8) urung bekerja. Hal itu lantaran sekitar pukul 09.00 WIB, mereka dihadang oleh ratusan warga yang diduga berasal dari Desa Lubuk Karet.

Ratusan warga tersebut, melarang pekerja PTPN VII ini memasuki areal perkebunan kelapa sawit milik perusahaan plat merah itu lantaran merasa areal perkebunan tersebut adalah lahan milik warga yang dicaplok oleh PTPN VII.

“Kami dihadang oleh ratusan warga, mereka melarang kami untuk memasuki areal perkebunan dan diminta untuk pulang.  Kami cari aman saja, kalau dipaksakan mungkin jiwa kami terancam sehingga oleh mandor, kami di izinkan pulang,” kata Sugi, salah satu karyawan PTPN VII Unit Usaha Betung Kerawo yang dibincangi Kabar Sumatera, kemarin.

Menurut Sugi, ratusan warga yang menghadang mereka tersebut meminta dengan baik-baik agar tidak memanen sawit di lahan yang disengketakan tersebut. “Warga itu, meminta kami tidak boleh memanen dengan kalimat baik-baik dan bernada lembut, tetapi mereka tidak mau minggir, bahkan mereka ada yang mengatakan bahwa ada lahan miliknya yang dicaplok perusahaan. Kami tidak mau menanggapi, lebih baik menuruti keinginan mereka demi keselamatan,” terangnya.

Mengenai berapa kerugian perusahaan dengan tidak memanen hari ini lanjut Sugi, tidak dapat menjelaskan. “Tetapi dalam satu Afdeling, setidaknya ada 20 hingga 50 unit truk pengangkut tandan kelapa sawit. Jika satu truk berisikan sekitar tujuh ton artinya, dalam satu hari ada ratusan ton kelapa sawit yang tidak bisa dipanen,” bebernya.

Terpisah, Sinder Umum (Sindum) PTPN VII Unit Usaha Betung Kerawo, Riri Oktavianus kepada wartawan mengakui ratusan pekerja PTPN VII dihadang oleh sekelompok warga di jalan poros. Namun kata dia, masih ada sebagai pekerja yang tetap memasuki areal Afediling I, melalui jalan lain.

Mengenai kerugian, Riri belum bisa memastikan. “Berapa besar kerugian, belum kita hitung. Yang pasti, kita tidak bisa memanen karena insiden ini. Kita masih berusaha menghindari hal-hal yang tidak diinginkan, dengan mencari jalan lain agar aktivitas perusahaan tetap berjalan dan tidak merugi,” ucapnya.

Riri berharap insiden tersebut, tidak berlanjut. “Ini akan kami koordinasikan ke manajer unit, General Manager (GM) Distrik Banyuasin di Palembang termasuk Direktur di Kandir, Bandar Lampung,” tukasnya.

 

TEKS           : DIDING KARNADI

EDITOR        : DICKY WAHYUDI




Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *