Selama Mudik dan Balik Lebaran, Jalintim Telan 5 Korban Tewas

ilustrasi

ilustrasi

KAYUAGUNG – Jumlah kecelakaan lalu lintas (Lakalantas) di sepanjang jalan  lintas timur (Jalintim) Kabupaten Ogan Komering Ilir (OKI) selama arus mudik dan balik lebaran Idul Fitri 1435 Hijriah menurun dibandingkan tahun 2013 lalu, tetapi jumlah korban tewas mengalami peningkatan.

Data yang dicatat Polres OKI, Senin (4/8), selama arus mudik dan balik lebaran terhitung sejak H-7 hingga H+7 Idul Fitri, telah terjadi 12 kasus lakalantas di sepanjang Jalintim OKI dari perbatasan Ogan Ilir hingga perbatasan provinsi Lampung yang merupakan wilayah hukum Polres OKI ada 5 orang tewas,1  orang luka berat dan 1 orang luka ringan dari 4 kasus lakalantas.

Dari kasus lakalantas tersebut, ada 7 orang yang menjadi korban, 5 orang meninggal dunia, 1 orang luka berat dan 1 orang luka ringan.

“Total kerugian materialnya sekitar Rp 84.300 000,” ujar   Kasatlantas AKP Haris Batara Simbolon.

Kata dia, perbandingan arus mudik dan balik lebaran tahun 2013 lalu, jumlah lakalantas tahun ini memang menurun. Tahun 2013  lalu terjadi 12 kasus Lakalantas , ada 26 orang yang menjadi korban,1 orang meninggal dunia, 19 orang luka berat dan 6 orang luka ringan.

“Total kerugian materialnya sekitar Rp 29 500 000,” paparnya.

Diakuinya, memang tahun ini jumlah korban yang tewas mengalami peningkatan, hal itu disebabkan oleh kelalain para pengemudi.

“Sebenanrnya ada 5 titik rawan lakalantas di jalur lintas timur OKI, tetapi dari 5 titik rawan itu sama sekali tidak terjadi lakalantas, justru lakalantas yang terjadi selama arus mudik tahun ini terjadi beberapa titik baru,” ungkapnya.

Menurut Haris, beberapa lokasi kecelakaan tersebut terjadi di desa Mulyaguna antara pengendara motor dengan pengendara motor dari arah berlawanan.

“Keduanya sama-sama meninggal dunia di lokasi, ini akibat kelalainya salah satu pengedara motor, kemudian kecelakaan yang terjadi di jalintim Kayuagung antara mobil dan sepeda motor, satu orang meninggal dunia akibat kecalakaan tersebut,” ujarnya.

Ditambahkan Kapolres OKI AKBP Erwin Rahmat,  kecelakaan disebabkan kelalaian pengemudi karena kurang hati-hati. padahal sebelumnya sudah mulai diingatkan agar pengendara bermotor roda dua senantiasa waspada dan menyalakan lampu disiang hari.

“Kecelakaan umumnya terjadinya pada siang hari antara sepeda motor dengan sepeda motor dan lainnya,” ungkapnya.

Dengan meningkatnya jumlah pengendara yang tewas akibat lakalantas, menurut Kasat, hal ini menjadi pelajaran bagi Satlantas, Dishub dan instansi lainya, agar tahun depan jumlah lakalantastersebut dapat ditekan.

“Tentunya juga tergantung pada pengedara itu sendiri, harus lebih hati-hati jangan lalai, dari 5 titik rawan itu sudah kita antisipasi dan tidak terjadi kecelakaan disana, justru terjadi di lokasi yang baru” terangnya.

Beberapa titik rawan Lakalantas yakni di Tikungan Air Jernih KM 97 Desa Mulyaguna Kecamatan Teluk Gelam, Tikungan Pasar Muara Burnai I KM 105 Kecamatan Lempuing Jaya, Tikungan Desa Tugu Jaya KM 125 Kecamatan Lempuing Jaya, Tikungan Dabuk Rejo KM 160 Kecamatan Lempuing dan Tikungan Surya Adi Kecamatan Mesuji KM 180.

 

TEKS   : DONI AFRIANSYAH

EDITOR   : RINALDI SYAHRIL




Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *