Disdukcapil Tak Risaukan Kaum Urban

Ilustrasi Kesibukan Pemudik di Stasiun Kereta Api Kertapati | Dok KS

Ilustrasi Kesibukan Pemudik di Stasiun Kereta Api Kertapati | Dok KS

PALEMBANG – Pasca perayaan Idul Fitri 1435 Hijriah, Pemerintah kota (Pemkot) Palembang melalui Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil (Disdukcapil) mengaku tidak terlalu khawatir mengenai angka kaum urban yang masuk ke kota Palembang. Disdukcapil memprediksi, pertambahan penduduk di Palembang dari kaum urban hanya 3-5 persen.

Kepala Disdukcapil Kota Palembang,  M Ali Subri menyebut pihaknya memperkirakan pertambahan penduduk melalui kaum urbanisasi pasca lebaran ini, tidak terlalu signifikan. Hal tersebut dikarenakan  mereka yang datang ke kota pempek ini, merupakan penduduk musiman yang tidak menetap lama.

” Diperkirakan angka penduduk musiman ini, untuk tahun ini hanya 3-5 persen. Hal ini di karenakan penduduk musiman yang datang, ialah penduduk yang dibawa oleh perusahaan kontraktor untuk melakukan pengerjaan pembangunan, seperti fly over, underpass dan pembangunan pemukiman yang dibawa dari Jawa dan itu tidak lama hanya sebentar,” kata Ali, Senin (4/8).

Dilanjutkan Ali,  penduduk musiman ini yakni pekerja musiman yang tersebar di dibeberapa Kecamatan yang letaknya di tengah kota, seperti Bukit Kecil, Ilir Barat (IB) I dan Ilir Timur (IT) I. Kemudian untuk yang wilayah pinggiran biasanya mereka datang ke Kota Palembang hanya untuk mengunjungi keluarga, atau hanya sekedar berlibur atau yang paling lama mereka menempuh pendidikan di Palembang.

“Kalau warga yang dari daerah Sumsel datang ke kota Palembang dari Musi Banyuasin (Muba), Banyuasin, Muaraenim dan Ogan Ilir (OI). Mereka biasanya datang ke Palembang ikut keluarga dan menetap sementara waktu,” jelas Ali.

Disdukcapil bebernya, akan melakukan pendataan penduduk musiman ini. Pendataan itu, akan dilakukan oleh kecamatan. “Kita akan lakukan pendataan, pendataan itu dilakukan oleh kelurahan kemudian diteruskan ke kecamatan. Kecamatan meneruskannya ke kita. Jika terdapat lonjakan, kita bisa lihat di data yang sudah ada. Jika memang nanti dianggap penting, kita akanmelakukan sidak,” tegas Ali.

Terpisah, Camat Alang-Alang Lebar (AAL), K Sulaiman Amin menyebut, jika hingga saat ini jumlah penduduk datangan belum bisa didata. Sebab baru hari ini, mulai masuk kerja.

” Kedepan, jika sudah masuk jam kerja sekitar satu minggu baru bisa kita data. Tetapi untuk tahun kemarin, penduduk datangan yang menetap di AAL ini hanya tiga persen. Mereka rata- rata bekerja dan membeli rumah disini,” tukasnya.

 

TEKS            : ARDHY FITRIANSYAH

EDITOR         : DICKY WAHYUDI

 




Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *