Di Pelabuhan TAA Penumpang Melonjak 300 Persen

Ilustrasi Pelabuhan Tanjung Api-Api

Pelabuhan Tanjung Api-Api | Dok KS

PALEMBANG – Selama arus mudik dan arus balik Idul Fitri 1435 Hijiriyah,  terjadi lonjakan penumpang yang signifikan pada angkutan laut. Lonjakan penumpang ini mencapai 300 persen, jika dibandingkan 2013.

Pada 2013 lalu, saat penyeberangan masih di Pelabuhan 35 Ilir, jumlah pemudik yang tercatat mencapai 2.900 penumpang. Namun tahun ini di Pelabuhan Tanjung Api-Api (TAA), jumlah pemudik yang terdata mencapai hampir 13 ribu penumpang

Tingginya lonjakan penumpang yang menggunakan angkutan laut, untuk mudik lebaran ini menurut Kepala Dinas Perhubungan, Komunikasi dan Informatika (Dishubkominfo) Sumsel, Musni Wijaya, menyebabkan terjadinya penumpukan penumpang di Pelabuhan Tanjung Api-Api (TAA).

Hal itu terang Musni disebabkan, minimnya jumlah dermaga di TAA. “Ada 13 ribu penumpang, yang memanfaatkan jasa angkutan kapal feri di Pelabuhan TAA selama arus mudik dan balik. Sementara jumlah dermaga, sangat minim sehingga terjadi penumpukan penumpang,” kata Musni, Senin (4/8).

“Di Pelabuhan TAA, hanya ada satu dermaga. Itu cukup menyulitkan, karena padat sekali semantara dalam satu kali pemberangkatan itu mencapai 50 kendaraan, jadi kalau ada 500 kendaraan wajar saja menunggu sampai 5 jam,” terangnya.

Karenanya sebut dia, Dishubkominfo kedepannya akan menambah dermaga penyeberangan dan memperbaiki fasilitas di Pelabuhan TAA seperti ruang tunggu serta toilet umum, untuk lebih diperbaiki.

“Itulah yang menjadi evaluasi kita, tahun depan kita bangun satu dermaga lagi. Untuk angkutan lain tidak ada masalah, apalagi sampai saat ini masih zero insiden. Data pastinya masih di pihak kepolisian,” terangnya.

Sementara itu, Kepala Bidang (Kabid) Lalu Lintas Angkutan Jalan dan Perkeretaapian Dishubkominfo Sumsel, Sudirman menambahkan, puncak arus balik sudah berlalu yaitu pada Sabtu dan Minggu lalu.

“Secara keseluruhan di Sumsel tidak ada masalah, baik arus mudik maupun arus balik dan sekarang kondisi sudah stabil. Angkutan darat tidak meningkat, yang meningkat itu di angkutan udara 18 persen, dan kereta api juga sekitar 6 persen. Sedangkan laut peningkatan lebih dari 300 persen,” imbuhnya.

Disinggung mengenai angka kecelakaan, Sudirman mengaku hal tersebut masih berada di pihak kepolisian. “Namun yang terpenting itu adalah semuanya aman baik kereta api, angkutan darat, laut dan udara. Sejauh ini untuk angka kecelakaan masih zero insiden tapi data pastinya ada di kepolisian, hanya saja biasanya angka kecelakaan lebih dominan di angkutan roda dua,” tukasnya.

 

TEKS              : IMAM MAHFUZ

EDITOR         : DICKY WAHYUDI




Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *