Akibat Drainase Semrawut, Sampah Menumpuk ke Badan Jalan

Drainase kurang tertata dengan biak, sampah menyumbat hingga ke badan jalanan.

Drainase kurang tertata dengan biak, sampah menyumbat hingga ke badan jalanan.

PAGARALAM – Rendahnya tingkat kesadaran terhadap lingkungan sekitar berikut minimnya pengawasan penanganan limbah rumah tangga, tiap kali usai turun hujan kerap dijumpai tumpukan limbah plastik, kertas, kain, karet, kayu dan dedaunan berserakan disejumlah sudut kota.

Misalnya, Simpang Tebat Baru Ilir, Kecamatan Pagaralam Selatan, setiap usai turun hujan banyak dijumpai tumpukan sampah yang mengapung hingga kebadan jalan akibat  jaringan dreinasi kurang berfungsi dengan baik. Termasuk pula  dreinasi  disepanjang Jalan Trip Yunus, Kelurahan Sukerejo Pagaralam Utara pun kerap tersumbat sampah akibat ulah masyarakat setempat yang membuang sampah kedalam sungai.

Joko (46) warga Tebat Baru Ilir mengaku, tumpukan sampah berceceran di badan jalan kerap terjadi akibat fungsi dreinasi kurang tertata dengan  baik. Akibatnya, setiap kali turun hujan sampah menyumbat dan volumenya terus bertambah hingga kebadan jalan.

“Ya, masalah limbah rumah tangga kurang menjadi perhatian serius. Hal ini terjadi selain disebabkan oleh  faktor kebiasaan warga di hulu sungai yang sulit diubah,” terangnya, Senin (4/8).

Senada dikemukakan Utin, warga lainnya. Ia mengatakan, kurangnya kesadaran akan lingkungan sekitar, banyak didapati masyarakat dengan seenaknya membuang limbah ke dalam sungai. Termasuk pula keberadaan jaringan dreinase kota yang begitu semerawut.

“Selain kotor dan berbauh, tumpukan sampah dapat memberi kehidupan bagi kuman-kuman penyebab penyakit, seperti disentri, tipus, dan kolera. Semestinya, air limbah tersebut harus diolah agar tidak mencemari dan tidak membahayakan kesehatan lingkungan,” katanya.

Terpisah, Kepala Dinas Kebersihan dan Pertamanan Kota Pagaralam, Saiful Amri SH mengatakan, pihaknya telah menambah petugas dibeberapa titik rawan yang ada demi menjaga kebersihan pada lingkungan setempat.

“Kami kerap mengalami kesulitan untuk mengatasi tumpukan limbah pemukiman mulai dari Talang Jawa, Indragiri, Tebat Baru Ilir, lingkungan Pasar Eks Seghepat Seghendi  hingga jalan Trip Yunus. Sampah berserakan dibadan jalan seusai turun, akibat tersumbatnya aliran air pada dreinase hingga membuat volume sampah bertambah,” jelasnya.

Kendati demikian, pihaknya akan segera kordinasi dengan Dinas PU Kota Pagaralam terkait adanya dreinase kota yang belum begitu optimal, sekaligus mencari solusi guna mengatasi  limbah pemukiman demi terwujudnya lingkungan bersih dan sehat.

“Adapun tingkat kesadaran masyarakat diharapkan untuk tidak membuang sampah ke dalam sungai dan mulailah membangun saluran limbah khusus,” terangnya.

Terpisah, Kepala Dinas PU Kota Pagaralam, Ir Sunarto Rohim mengatakan, pihaknya akan segera membentuk tim guna mengkaji adanya jaringan dreinase kota yang blum begitu optimal.

“Sebenarnya dalam pembangunan dreinase yang ada sudah melalui berbagai tahap dalam pembangunannya hingga kini. Meski begitu, kami akan segera berkoordinaasi dengam pihak terkait,” singkatnya.

 

TEKS   ; ANTONI STEFEN

EDITOR  : RINALDI SYAHRIL

 

 




Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *