Selama Lebaran 4 Pengendara Tewas, Angka Lakalantas Menurun

Kendaraan pemudik mulai memadati Jalan Lintas Timur (Jalintim), Palembang-Indralaya, maupun sebaliknya. Puncak arus balik pemudik diperkirakan pada Minggu (3/8), malam.

Kendaraan pemudik mulai memadati Jalan Lintas Timur (Jalintim), Palembang-Indralaya, maupun sebaliknya. Puncak arus balik pemudik diperkirakan pada Minggu (3/8), malam.

INDRALAYA – Hingga H+6 pasca Idul Fitri 1435 H, Kepolisian Resort (Polres), Ogan Ilir mencatat, ada empat kasus kecelakaan dengan korban tewas empat pengendara roda dua. Angka tersebut mengalami penurunan dibanding dengan tahun 2013 lalu selama arus mudik dan balik lebaran.

Data dari Kepolisian Resort (Polres), Ogan Ilir menyebutkan, angka kecelakaan selama mudik lebaran pada Tahun 2013 lalu terjadi 13 kasus kecelakaan dengan korban sebanyak 13 orang meninggal dunia. Untuk tahun ini, hingga H+6 lebaran, kecelakaan tercatat terjadi 4 kasus kecelakaan dengan korban tewas empat orang.

Penurunan angka kecelakaan selama arus mudik dan balik lebaran tidak lepas dari upaya pihak kepolisian unit Lantas Polres Ogan Ilir, yang gencar melakukan solusi keselamatan berlalu lintas. Selain Lakalantas, penurunan juga terjadi pada kasus kriminalitas dimana pada tahun 2013 lalu terjadi 10 kasus kriminalitas. Petugas berhasil menangkap 3 pelaku.

Sedangkan pada musim mudik 2014, terjadi tindak kejahatan sebanyak tiga kasus. Sementara polisi barhasil menciduk 9 pelaku kejahatan dari berbagai kasus. Sementara itu, pergerakan kendaraan arus balik lebaran yang melintas di Kabupaten Ogan Ilir mengalami peningkatan. Sejak Sabtu malam, arus mudik baik dari arah Kayuagung menuju Palembang maupun arah sebaliknya mengalami peningkatan.

Peningkatan arus kendaraan lebih didominasi oleh kendaraan pribadi. Plat luar Sumsel seperti B, F, D, A, T hingga BE yang menuju arah Kayuagung. Sedangkan plat BH, BK, BA melintas dari arah Kayuagung menuju Palembang. Rata-rata, kendaraan pemudik menyimpan barang bawaannya di atap kendaraannya. Hingga Minggu (3/8), siang, kendaraan mudik masih melintas dari kedua arah. Puncak arus mudik diperkirakan pada Minggu pagi hingga Senin dini hari.

Kapolres Ogan Ilir, AKBP Asep Jajat Sudrajat, Minggu (3/8), mengatakan, hingga H+6 lebaran, angka kecelakaan selama Operasi Ketupat 2014 mengalami penurunan. Menurutnya, penurunan tersebut tidak lepas dari upaya unit lantas Polres OI yang terus memberikan sosialisasi pentingnya berlalulintas. “Ya, sebelum operasi ketupat, kita selalu gencar melakukan sosialiasai berlalulintas. Ini dalam rangka menekan angka kecelakaan terutama musim lebaran,” ungkapnya.

Kapolres menambahkan, rata-rata faktor kecelakaan disebabkan faktor manusia (human eror). Pengendara mengabaikan petunjuk keselamatan. “Dominan kendaraan yang kecelakaan adalah roda dua. Faktornya uuman eror. Untuk kriminalitas kita juga ada penurunan kasus. Untuk pengamanan lebaran masih terus berlangsung,” ucapnya.

Disinggung puncak arus balik mudik lebaran, Kapolres menjelaskan, puncak arus balik mudik diprediksi pada Minggu malam. “Namun sejak Sabtu pagi, volume kendaraan para pemudik sudah mulai mengalami peningkatan. Kami berharap, pemudik berhati-hati dan pengikuti petunjuk keselamatan,” ujarnya.

Senada juga dikatakan, Kepala Dinas Perhubungan (Dishub) Kabupaten OI Drs H Mutarsyah melalui Kabid LLAJ Yusrizal SH, puncak arus balik diprediksi akan padat pada Minggu. “Didominasi kendaraan pribadi. Mengingat, kendaraan truk angkutan belum diperbolehkan untuk melintas,” tegasnya.

 

TEKS    : JUNAEDI ABDILLAH

EDITOR  : IMRON SUPRIYADI




Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *