Kuliah Mulai, Depot Kayu Banjir Pesanan

Salah seorang pekerja tengah mengerjakan lemari kayu yang dipesan oleh sejumlah pemilik kos-kosan di Kota Indralaya.

Salah seorang pekerja tengah mengerjakan lemari kayu yang dipesan oleh sejumlah pemilik kos-kosan di Kota Indralaya.

INDERALAYA – Menjelang dimulainya aktivitas perkuliahan baru di Universitas Sriwijaya (Unsri) Inderalaya, tenyata berdampak pada usaha depot kayu. Betapa tidak? Sejak mulainya kegiatan belajar mengajar di Unsri, sejumlah depot kayu di Inderalaya kini mulai dibanjiri pesanan pembuatan lemari dan ranjang. Kebutuhan lemari dan ranjang itu untuk pemilik kos-kosan hampir di seputar kampus Unsri.

Diakui sejumlah pengelola deppot kayu, pemesanan membludak. Seperti yang terjadi di Depot Kayu AM Bersaudara Jalinsum Inderalaya Utara, Minggu (3/8). Aktivitas pekerja terlihat sejak beberapa hari lalu beragam kayu seperti akasia, duren, kolim, petalang, petaling, meranti, medang, merawan, jambu dan sebagainya terlihat tengah di sensoy dan disugu untuk membuat lemari dan ranjang

Abdul Hamid, Pemilik Depot Kayu AM Bersaudara, mengaku baru dua orang pekerja yang masuk lantaran sisanya 4 orang lagi masih mudik ke Pulau Jawa. Menurutnya, pemesanan lemari dan ranjang untuk kos-kosan sudah mulai sejak bulan puasa. Dalam sehari, dirinya bisa membuat 5-6 lemari ukuran sedang 1,5x1meter dan ranjang kecil ukuran nomor 3. Harga lemari dijual Rp500 ribu-Rp1 juta. Sementara, ranjang dijual dari Rp 500 ribu-Rp3,5 juta.

“Ya, tergantung kayunya, kalau bagus harganya tinggi. Kalau cepat jabuk yang harganya rendah. Kebanyakan pesanan untuk kos-kosan, ada juga yang pesan buat kusen, jendela atau pintu. Namun karena aktivitas perkuliahan sudah mulai, jadi pesanan banyak buat mahasiswa yang indekos,” kata Hamid.

Hamid menambahkan, pangsa pasar depot kayu yang ia kelola tak hanya melayani konsumen di Inderalaya, namun juga dari Palembang, Segayam, Muaraenim, Kayuagung, dan Prabumulih. “Kita targetkan nanti ke luar Sumsel. Namun untuk kayu kita ambil dari Jambi. Omset kita sehari rata-rata Rp5 juta. Tapi kalau ada borongan bisa sampai Rp200 jutaan. Alhamdulillah, rejeki Allah kita syukuri, produk yang kita hasilkan berkualitas tinggi,” ujarnya.

Terpisah, Depot Kayu Gery Desa Tanjung Pering juga mengungkapkan hal yang sama. Menurutnya, banyaknya mahasiswa yang indekos menyebabkan banyaknya pesanan ranjang dan lemari. “Ya alhamdulillah banyak pesanan. Selain itu ada juga yang pesan meja sama kursi untuk anak SD. Ya lumayanlah, kita jamin kulitasnya baik,” ujarnya.

Sementara itu, pemilik kos-an Dahlia, Muhlis mengaku memesan ranjang, lemari di depot kayu karena harganya terjangkau dan kualitasnya bagus. “Daripada pakai plastik cepat rusak, jadi kita pilih produk kayu,” katanya.

 

TEKS    : JUNAEDI ABDILLAH

EDITOR  : IMRON SURPIYADI

 




Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *