Badan Jalan Jadi Kolam Pemancingan

 

BANYUASIN – Mungkin hanya di Kabupaten Banyuasin, yang bisa ditemukan badan jalan dijadikan sebagai kolam pemancingan. Ya, sekelompok warga memancing lobang-lobang yang ada di Jalan Lingkar Banyuasin.

Pantauan Kabar Sumatera, sekelompok warga dengan duduk dipinggir jalan tersebutmenjulurkan stik pancingnya ke dalam lobang yang ada di badan jalan. Aksi tak lazim ini, adalah bentuk protes warga karena tidak kunjung diperbaikinya jalan tersebut. Jalan sepanjang sembilan kilometer itu, mulai dari gerbang Kelurahan Kayuara Kuning-gerbang Kelurahan Seterio, Kecamatan Banyuasin III, kondisinya banyak rusak.

Disepanjang badan jalan dipenuhi banyak lobang, dengan beragam ukuran. Sayangnya, sampai saat ini belum juga diperbaiki.  “Ini bentuk protes kami, karena jalan ini tidak diperbaiki juga,” ucap Romi, salah satu warga yang melakukan aksi protes tersebut ketika dibincangi, kemarin.

Ia menyebut jalan lingkar tersebut, kondisinya sudah rusak parah. Jalan ini sebutnya, sejak dibangun 10 tahun tidak pernah dalam kondisi bagus. “Padahal untuk membangun jalan ini, sudah banyak dana yang dikucurkan,” kritiknya.

Sementara itu, Adi (30), salah seorang pengendara yang melintas di jalan tersebut, saat dibincangi Kabar Sumatera menyebut, sejak jalan tersebut dibangun sampai saat ini, jalan lingkar itu tidak pernah mulus.

“Memang sering dilakuan perbaikan, namun itu tidak bertahan lama dan kembali rusak. Sekarang memang sudah ada perbaikan, tetapi lihat saja, jalan berlubang itu malah ditutup dengan tanah kuning. Kalau begitu bukannya memperbaiki, malah menyebabkan becek dan licin,” keluh warga Lubuk Saung, Banyuasin ini, kemarin.

Perbaikan yang sifatnya hanya sementara itu dikritik Adi, harusnya kata dia, Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Banyuasin, sudah melakukan perbaikan secara menyeluruh. Apalagi menurutnya, sebentar lagi akan menghadapi arus mudik Idul Fitri.  “Bupati pernah berjanji, sebelum H-7 Idul Fitri, jalan ini sudah mulus. Saya berharap itu terealisasi, tetapi perbaikannya jangan hanya ditutupi dengan tanah saja,” ujarnya.

Sementara itu Mulyadi, tokoh masyarakat Banyuasin menyebut jalan sepanjang 9,3 kilometer (KM) tersebut, dibangun pada 2004 lalu dengan dana mencapai Rp 145 miliar. Dana tersebut terangnya, belum ditambah dengan dana perbaikan yang dianggarkan setiap tahunnya.  “Namun sampai saat ini, kondisi jalan lingkar tersebut masih sangat mengenaskan. Dana yang dikucurkan sebanyak itu, terkesan sia-sia,” tukasnya.

Sebagai informasi, pembangunan Jalan Lingkar ini sempat dilaporkan oleh salah satu Lembaga Swadaya Masyarakat (LSM) di Banyuasin ke Kejaksaan Agung pada 2005 lalu. LSM tersebut menduga ada penyimpangan dalam pembangunan jalan tersebut, yang mengakibatkan terjadinya kerugian negara.

 

TEKS              : DIDING KARNADI

EDITOR         : DICKY WAHYUDI




Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *