Posko Mudik Mulai Dibangun

Pos PAM III, KM 28, Desa Palemraya, Kecamatan Indralaya Utara yang di bangun oleh PT SPF untuk memantau arus mudik lebaran 1435 H.

Pos PAM III, KM 28, Desa Palemraya, Kecamatan Indralaya Utara yang di bangun oleh PT SPF untuk memantau arus mudik lebaran 1435 H.

INDRALAYA – Sejumlah pos pengamanan mudik lebaran di Jalan Lintas Timur (Jalintim), Palembang-Indralaya dan Inderalaya-Kayuagung mulai dibangun.

Posko yang rencananya dibangun ada enam yaknin posko di depan PT SEF (Pertamima Gas), di KM 16,5 , Pos Pantau Km 25 Rambutan, Posko di depan PT SPF Palemraya, Posko Pasar Indralaya, Posko Simpang Meranjat

dan Posko Tanjung Raja.

Keberadaan posko tersebut bertujuan untuk membantu pemudik dalam memberikan informasi, memudahkan petugas untuk memantau arus lalilintas serta menekan tindak kejahatan selama arus mudik lebaran.

Sementara itu, pada H-8, lebaran, di Jalintim, Palembang –Indralaya Kabupaten Ogan Ilir (OI), maupun sebaliknya belum terlihat adanya kendaraan pemudik.

Justru yang terpantau sejak Sabtu-Minggu, banyak  truk-truk baik mengangkut batu bara maupun mengangkut bahan kebutuhan pokok.

Sabtu (19/7), malam, truk-truk bertonase berat melintas dari arah Indralaya menuju Palembang. Truk lebih didominasi pengangkut barang kebutuhan pokok untuk memenuhi kebutuhan lebaran.

Kapolres OI, AKBP Asep Jajat Sudrajat, Minggu (20/7) kemarin, mengatakan, saat ini, posko-posko yang sudah ditempatkan di beberapa titik dalam proses pembangunan.

Menurut dia, posko bertujuan untuk memantau arus lalulintas selama arus mudik dan arus balik lebaran serta memudahkan pemudik untuk mendapatkan informasi serta kendala selama perjalanan.

“Selain itu juga pastinya untuk memberikan rasa aman kepada pemudik selama melintas di wilayah Ogan Ilir,” ungkapnya.

Untuk itu, lanjut Kapolres, setiap posko diisi oleh petugas kepolisian serta petugas gabungan baik Dishub, Pol PP, Dinas Kesehatan serta relawan.

“Kami akan menerjunkan puluhan personil baik Reskrim maupun Lantas untuk mengantisipasi hal-hal yang tak diinginkan, khususnya bagi kendaraan yang melintas di jalur lintas timur Palembang-Indralaya,

lintas Sumatera maupun Indralaya-Kayuagung,” tuturnya.

Sementara itu Faisal, salah satu sopir truk saat melintas di Indralaya, mengaku truk yang dikemudikannya membawa kebutuhan pokok untuk dikirim ke Jambi dari Jakarta.

“Sengaja lebih cepat, karena pada H-7, kendaraan tidak boleh melintas di jalur mudik. Di penyeberangan Lampung, banyak truk juga menuju Sumatera,” singkatnya sambil berlalu.

 

Teks     : Junaedi Abdillah

EDITOR   : SARONO P SASMITO




Leave a Reply

Your e-mail address will not be published. Required fields are marked *

Web development by oktopweb.com