Panwaslu Rekomendasikan Ketua KPPS 24 dan 25 Dipecat

panwaslu

PALEMBANG – Panitia Pengawas Pemilu (Panwaslu) Kota Palembang menegaskan, kalau Ketua Kelompok Panitia Pemungutan Suara (KPPS) 24 dan 25, Kelurahan Kemang Agung, Kecamatan Kertapati, melanggar.

Namun pelanggaran tersebut kata Ketua Panwaslu Kota Palembang, Riduansyah, sifatnya bukan pidana pemilu melainkan pelanggaran administrasi.  Walau pun terangnya kotak suara dibawa ke kediaman pribadi oleh Ketua KPPS 24 dan 25 tersebut, tetapi  surat suara belum dicoblos sehingga pelanggarannya hanya administrasi.

” Kotak suara walau bagaimanapun, harus tetap berada di Tempat Pemungutan Suara (TPS), dengan pengamanan dari kepolisian dan petugas lainnya. Kotak suara,  tidak boleh dibawa ke rumah,” kata Ketua Panwaslu Palembang, Riduansyah saat dibincangi, Selasa (15/7).

Ketua KPPS yang bersangkutan  terangnya, sudah direkomendasikan untuk dipecat. Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kota Palembang bebernya, juga sudah menonaktifkan yang bersangkutan dari jabatannya.

Ketika disinggung, apakah pelaksana lapangan seperti Ketua KPPS tersebut, tidak mengetahui aturan dan berani membawa pulang kotak suara k erumahnya ? Riduansyah menyebut, hal itu jelas tidak mungkin.

Sebab terangnya, KPPS atau petugas lapangan tersebut dipekerjakan setelah sebelumnya diberikan bimbingan tata cara pelaksanaan Pemilu dan tugas masing-masing mereka. “Tidak mungkin mereka tidak tahu aturan, jika kotak suara harus tetap di TPS, segel dan tidak boleh dibuka tanpa kesepakatan saksi, pihak kemanan dan berbagai pihak yang bersangkutan. Makanya itu jelas melanggar,” tegasnya.

“Pelaksana lapangan itu harus memenuhi kriteria, intergritas kalau soal kemampuan bisa belajar. Yang pasti mereka dipekerjakan di lapangan itu, tidak sembarangan. Mereka harus tahu aturan dan kewajiban dari tugas mereka, dengan sebelumnya diberikan pelatihan dulu,” sambung Riduansyah.

Terakhir Riduansyah mengatakan, Panwaslu akan tetap saling berkoordinasi dengan KPU untuk menghadapi permasalahan yang ada, dan dapat saling menutupi satu sama lainnya agar masyarakat luas tetap mempercayai integritas penyelenggara Pemilu.

 

TEKS              : ARDHY FITRIANSYAH

EDITOR          : DICKY WAHYUDI




Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *