Makanan Kadaluarsa Masih Beredar, 48 Titik Dirazia Tim Gabungan

Ilustrasi Foodmart

Ilustrasi Foodmart

PALEMBANG – Menjelang Idul Fitri, tim gabungan dari Dinas Kesehatan (Dinkes), Satuan Polisi Pamong Praja (Sat Pol PP), Bagian Hukum, Dinas Perindustrian, Perdagangan dan Koperasi (Disperindagkop), Yayasan Lembaga Konsumen Indonesia (YLKI) dan BPPOM Palembang, melakuan razia gabungan.

Hasilnya, ditemukan makanan dan minuman yang kadaluarsa dan kemasan yang rusak namun masih beredar di pasaran.  Ketua tim razia gabungan, Alfarobi mengatakan, pihaknya melakukan razia, di 48 titik yakni Jakabaring, Plaju, Kenten KM 12 dan wilayah lainnya di Palembang.

Katanya, yang menjadi sasaran utama dalam razia adalah minimarket, supermarket, mal-mal dan toko-toko di dekat pemukiman warga. “Tim gabungan itu, berjumlah 24 orang. Dengan dibagi dalam tiga tim. Dari penyisiran itu, banyak ditemukan makanan tidak layak konsumsi,” terang Alfarobi,usai melakukan sidak, Selasa (15/7).

Alfarobi menyebutkan, produk yang didapati tidak layak konsumsi itu langsung disita. Dan dikembalikan kepada agen produk itu. “Selain kadaluarsa. Ada juga segel yang rusak. Kemasan yang jamuran dan berdebu. Untuk kadaluarsa, ada yang sudah satu satu bulan,” sebutnya.

Alfarobi mengaku, usaha-usaha yang didapati menjual makanan dan minuman berbahaya itu, langsung diberikan peringatan, yakni melalui surat peringatan untuk tidak menjual kembali barang yang kadaluarsa, rusak dan jamuran.

Menurutnya, untuk tindak lanjut kedepannya diserahkan ke dinas terkait seperti Disperindagkop yang berkenaan dengan izin toko tersebut.  “Yang kedapatan itu, kami berikan pembinaan. Namun, akan kami pantau lagi agar tidak mengulangi kesalahan yang sama,” imbuhnya.

Menurut Alfarobi, dengan kemasan yang rusak, pihaknya menilai tidak layak konsumsi. Karena, bisa memengaruhi isi didalam produk tersebut. Seperti susu terdapat kaleng yang rusak atau penyok sehingga bisa menimbulkan kontaminasi zat kimia.  “Dengan kondisi itu tentu akan berbahaya bagi kesehatan jika dikonsumsi oleh manusia,” tegasnya.

Alfarobi menambahkan, pihaknya terus menghimbau dan mengingatkan pemilik toko agar menjual produk yang sehat dan sesuai dengan peraturan. Disamping itu, masyarakat diminta jeli untuk membeli makanan dan minuman yang dijual di toko-toko. “Jangan sampai salah memilih, akhirnya berdampak pada kesehatan,” himbaunya.

Sementara itu, salah seorang pemilik toko di kawasan Jakabaring Palembang, Acun mengatakan, pihaknya belum sempat menyerahkan barang tersebut karena biasanya sudah diambil distributornya.

Namun katanya, kedepannya akan lebih teliti lagi karena sangat dimungkinkan produk tersebut terselip saat menyusun barang-barang di toko.  “Kami seleksi ulang seluruh produk dan bila ada yang kadaluarsa atau rusak akan segera kita kembalikan ke agennya,” tukasnya.

 

TEKS              : ALAM TRIE PUTRA

EDITO R          : DICKY WAHYUDI




Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *