Pengendara Motor Incaran Penodong

ilustrasi

ilustrasi

PALI – Situasi keamanan di Kabupaten Penukal Abab Lematang Ilir (Pali) belakangan kembali tak aman. Di beberapa wilayah, terlebih di kawasan atau jalur yang sepi ditambah dengan kondisi jalan yang rusak, kerap terjadi aksi penodongan oleh komplotan perampok motor jalanan.

Tak tanggung – tanggung, dalam aksinya para pelaku biasanya bermodal senjata mematikan. Macam senjata api rakitan (senpira), maupun senjata tajam (sajam). Biasanya pula pakai penutup wajah. Dan tak segan melukai.

Haris, warga Talang Ubi kepada Kabar Sumatera,  Minggu (13/7) pagi menyarankan, bagi anda yang ingin ke Pali pakai motor, untuk hati-hati. Sebisa mungkin jangan melintas di jam-jam sepi. Dan jangan sendirian.

“Yang berboncengan pun jika memang bernasib naas bisa kena todong. Jangankan orang luar, orang Pali sendiri juga banyak jadi korban. Padahal mereka bukan orang luar,” ujar dia mengingatkan.

Terlebih belakangan ini, lanjut dia, sederet kasus penodongan terus terjadi. Bukan satu dua orang yang jadi korban. Sudah banyak kejadian. Belum lama ini, sebelum masuk puasa, ulas dia, malah seorang wartawan yang jadi sasaran.

Adalah Teddy, wartawan media cetak mingguan yang jadi korban. Bersama ibunya saat hendak berobat ke Prabumulih melalui jalur Tanah Abang, ia kena todong di wilayah itu. Motor, dan barang-barang berharga miliknya berhasil dijarah pelaku. Beruntung ia dan ibunya tak dilukai.

Terbaru, kasus yang menimpa sopir Camat Talang Ubi, Habibi (27). Dimana pada hari pencoblosan (Pilpres 9 April lalu) pria yang berstatus Tenaga Kerja Sukarela (TKS) Kecamatan Talang Ubi tersebut juga kena todong saat melintas di ujung Desa Tambak Kecamatan Penukal Utara pukul 15.00 wib.

Nyawanya kala itu terancam. Dimana salah satu dari tiga pelaku sempat menembakkan senpira ke arahnya. Untung ia selamat karena cepat menghindar saat pelatuk diletuskan.

“Sebetulnya sudah banyak kejadian serupa yang terjadi di daerah ini. Modusnya hampir sama. Rata-rata pelaku biasanya muncul dari dalam hutan. Dan langsung mencegat korbannya pakai senjata. Belum lagi modus yang menguntit dari belakang dan modus yang mepet kendaraan korbannya,” katanya.

Untuk itu, ia menyarankan bagi pendatang yang mau Pali tapi belum pernah kesini sekalipun, untuk bertemu teman atau sekedar bertandang tempat kawan, jangan banyak tanya kepada orang di jalan.

Mending nelpon dulu orang yang ingin kita jumpai dari pada bertanya. Ya, itu sih sebetulnya untuk jaga-jaga. Siapa tahu saat kita bertanya mungkin ada yang ingin berbuat jahat. Namanya penjahat kan biasanya ada jaringannya,” sarannya.

Menurut Nurulfallah.D, SH, selaku Koordinator Lembaga Masyarakat Adat Marga Penukal Utara), rangkaian kejadian penodongan di daerah otonomi baru (DOB) ini disebabkan beberapa hal. Pertama, karena murahnya harga karet, kedua buruknya infrastruktur jalan, dan ketiga lemahnya penegakkan hukum bahkan terkesan adanya pembiaran oleh aparat. Selain itu, maraknya narkoba itu juga faktor pendukung.

“Penodongan terjadi karena desakan ekonomi, khusus para pemula mereka melakukannya karena lebih mudah mendapatkan uang. Nah, mirisnya pula aparat disini seolah diam,” katanya.

Solusinya lanjut Nurul, tak lain percepatan pengaspalan jalan. Kemudian sikap tegas dan responsif kepolisian untuk menangkap pelaku dan perlu adanya shock terapi.

 

TEKS  : INDRA SETIA HARIS

EDITOR : RINALDI SYAHRIL




Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *