Waspadai Ayam Tiren & Daging Oplosan

Ilst. Daging Ayam

Daging Ayam | Dok KS

BANYUASIN – Pada bulan Ramadan hingga menjelang lebaran, permintaan daging sapi dan ayam potong di Banyuasin, diprediksi meningkat drastis. Kondisi ini bukan tidak mungkin, akan dimanfaatkan pedagang nakal untuk mengeruk keuntungan.

Karenanya menurut Kepala Dinas Pertanian dan Peternakan (Dispernak) Banyuasin, H Syaiful Bahkri melalui Kepala Seksi (Kasi) P2HP, Istri Rahayu, mengimbau masyarakat agar lebih waspada beredarnya daging sapi oplosan dan ayam tiren.

“Karena tingginya kebutuhan akan daging tersebut, banyak ibu-ibu yang tertipu. Sebab secara visual, tampilannya sangat sulit dibedakan,” kata Istri Rahayu, Jumat (4/7) saat dibincangi di ruang kerjanya.

Namun kata dia, berdasarkan pemantauan di sejumlah pasar oleh Dispernak Banyuasin, dibeberapa pasar seperti Pasar Pangkalan Balai, Betung dan beberapa pasar kalangan, belum  ada ditemukan kasus  daging sapi yang dicampur daging celeng.

“Untuk saat ini kasus seperti itu, di wilayah kabupaten Banyuasin belum ada. Namun setidaknya, masyarakat dihimbau tetap waspada. Siapa tahu menjelang lebaran, ada pihak tertentu yang mengambil keuntungan ,” terangnya.

Menurutnya, baik daging sapi maupun daging ayam dipotong langsung oleh penjualnya di Pasar Pangkalan Balai. “Di Pasar Pangkalan Balai, dalam sehari dilakukan tiga kali pemotongan sapi. Begitu juga ayam, dipotong langsung dan bulunya langsung dibersihkan,” jelasnya.

Sementara untuk stok daging sapi maupun daging ayam lanjut Istri Rahayu,  cukup aman hingga mendekati lebaran nanti. “Harganya daging memang cukup mahal saat ini. Untuk daging sapi, Rp 120 ribu perkilogram (kg) nya. Sedangkan ayam, turun dari Rp 35 ribu per kg menjadi Rp 32 ribu per kg,” ucapnya.

Sebagai pengawasan, selain terjun ke pasar-pasar tradisional dan modern, pihaknya juga memastikan sosialisasi terkait daging oplosan dan ayam tiren ini terus disampaikan ke masyarakat.

“Selama Ramadhan ini pengawasannya lebih ekstra. Kami memantau keliling pasar dengan mengambil sampel nya untuk dibawa ke labortorium kami. Sosialisasi kita sudah sampaikan lewat kelurahan,” tukasnya.

 

TEKS              : DIDING KARNADI

EDITOR          : DICKY WAHYUDI




Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *