Booking.com

Insan Pers Muba Dikenalkan Jurnalisme Positif

Para Jurnalis Muba saat Melakukan Kunjungan ke Batam Pos

Para Jurnalis Muba saat Melakukan Kunjungan ke Batam Pos | Dok KS

POSITIF Jurnalisme dimulai dengan positive thinking, yang berhubungan erat dengan perspektif jurnalis dalam melihat suatu persoalan. Demikian diungkapkan Pemimpin Redaksi Berita Satu, Don Bosco Salamun, pada Pelatihan Jurnalistik Tahun 2014 yang diselenggarakan Bagian Humas Setda Kabupaten Musi Banyuasin, Kamis (12/6) di Batam.

Pelatihan yang digelar 12-13 Juni ini mengangkat tema Pengenalan Jurnalisme Positif, diikuti wartawan dan pengamat media di Musi Banyuasin. Pelatihan dibuka Staf Ahli Bupati Muba bidang politik dan pemerintahan dr Taufik Rusydi MKes, dihadiri Kabag Humas Setda Muba Dicky Meiriando SSTP MH, Ketua PWI Sumsel Oktaf Riyadi, serta ketua AJI Sumsel Darwin Syarkowi.

“Jurnalisme positif senantiasa melihat sisi positif dari suatu peristiwa. Wartawan yang mampu melaksanakan positif jurnalisme adakah the real hero, sebab positif jurnalis membutuhkan hasrat agar karyanya sebanyak mungkin untuk kebaikan publik,” ujar Don. Dirinya memberikan apresiasi besar terhadap Pemkab Muba yang telah melaksanakan Pelatihan Positive Journalism ini. Dan dia berharap, kegiatan serupa juga mampu dilaksanakan pemerintah daerah lainnya di Indonesia, sebagai upaya standardisasi profesi jurnalis serta pencerdasan kehidupan bangsa.

Oktaf Riyadi selaku ketua PWI Sumsel mengaku bergembira atas terselenggaranya Pelatihan Jurnalistik Pengenalan Positive Journalism tersebut. Menurutnya, pencerahan terhadap profesi jurnalisme terus dilakukan, terlebih profesi jurnalis kerap diwarnai kepentingan dan politik.

“Jurnalis diharapkan senantiasa mampu mengangkat nilai positif yang mencerdaskan masyarakat. Melalui pelatihan seperti ini diharapkan mampu meningkatkan kualitas wartawan serta sekaligus membantu mendorong pembangunan dan nilai positif di Kabupaten Musi Banyuasin,” ujarnya.

Senada diutarakan Ketua AJI Sumsel Darwin Syarkowi. Menurutnya, pengenalan Jurnalisme Positif merupakan gebrakan bagus yang dilakukan Pemkab Muba. “Tidak banyak Pemerintah Daerah yang mengadakan edukasi jurnalisme positif. Jurnalis diharapkan selalu melaksanakan profesinya dengan berlandaskan nilai etik jurnalistik.”

Pada hari kedua Jumat (13/6), Pelatihan Jurnalistik Tahun 2014 diisi dengan materi Leadership in Journalism oleh Psikolog dan motivator Riko Jayasaputra. Menurutnya, kepercayaan (trust) merupakan kunci dasar dalam berhubungan dengan orang lain termasuk di dunia jurnalisme. “Jurnalis harus memiliki kredibilitas yang dibagi dalam kompetensi dan karakter. Kompetensi tersebut terdiri dari result dan capabilities, serta karakter dibangun dari integrity dan intent.”

Untuk menambah wawasan tentang kiat menjalin hubungan media dan pemerintahan, peserta Pelatihan mendapat tambahan penyegaran dengan mengunjungi Kantor Harian Batam Pos, Sabtu (14/6). Peserta disambut Pemred Batam Pos M Riza Fahlevi, Asredpel Agnes Dhamayanti, serta redaksi harian terdepan di Propinsi Kepulauan Riau tersebut.

“Kunjungan wartawan dalam jumlah besar dan difasilitasi pemkab seperti ini adalah luar biasa. Jurnalis harus memberikan gambaran positif terhadap daerah (Indonesia), khususnya Batam yangberbatasan dengan Singapura dan Malaysia. Dengan demikian investor merasa aman untuk berinvestasi yang akhirnya akan mendorong pembangunan daerah,” ujar Reza Fahlevi.
Menurutnya, pemerintahan yang kredibel akan menciptakan pembangunan yang baik. “Kalau kepala daerah sebagai pemimpin selalu kita olok-olok, apakah itu baik? Pemerintah daerah adalah simbol yang harus kita jaga. Bila pemerintahnya berdaulat maka akan pula meningkatkan iklim investasi,” pungkasnya. (Adv)




Leave a Reply

Your e-mail address will not be published. Required fields are marked *

Web development by oktopweb.com