Upal Rp 30 Juta Gagal Diedarkan ke Riau

 

Ilustrasi

Ilustrasi

KAYUAGUNG – Jajaran Sat Reskrim Polres Ogan Komering Ilir (OKI) Dipimpin AKP Surachman, Rabu (28/5), dini hari sekitar pukul 04.00 WIB berhasil meringkus Suroso (38) warga Kampung  1, Desa Tugu Agung, Lempuing, pengedar uang palsu (upal)  asal Desa Tugumulyo, Kabupaten OKI, dari tersangka polisi menyita Rp 30 juta upal pecahan Rp 100 ribu, yang rencanya akan diedarkan di Riau.

Tersangka di tangkap saat menumpang tarvel dari Tugumulyo menuju Palembang, saat melintas di Jalan Lintas Timur (Jalintim) OKI, tepatnya di Desa Cilekah, Kecamatan Kayuagung, saat digelah polisi mendapati upal 3 bal sebanyak 300 lebar pecahan Rp 100 ribu yang digulung menggunakan kaus hitam dan di simpan di dalam tas merah.

Kapolres OKI AKBP Erwin Rahmat didampingi KBO Reskrim Ipda Sulardi, mengatakan, penangkapan tersangka merupakan hasil penyelidikan pihaknya  setelah mendapat laporan jika ada seseorang yang membawa uang palsu menuju Palembang.

“Kita langsung menghadang mobil yang ditumpangi tersangka saat melintas di desa Celikah Kayuagung, dari tas yang dipangku tersangka kita temukan upal tersebut,” kata Kapolres.

Saat itu enurut Kapolres, tersangka bersama temanya berinisial Sur, selaku pengedar upal di wilayah Tugumulyo.

“Saat kita menggeledah tersangka Soroso, ternayata Sur (DPO) yang duduk dibelakang langsung kabur, saat ini kita masih melakukan pengejaran terhadap Sur, diduga sebagai pengedar upal di Tugumulyo,” terangnya.

Upal tersebut jelas Kapolres, tencananya akan diedarkan di Pekan Baru Riau, karena di sanan sudah ada yang membelinya.

“Upal Rp 10 juta akan di tukar dengan uang asli Rp 2 juta, dari penukaran upal itu tersangka mendapat upah baik dari pengedar di tugumulyo maupun dari pengedar di pekan baru,” jelasnya.

Sementara itu tersangka Soroso, mengakui kalau upal itu didapat dari Sur warga Tugumulyo Lempuing OKI.

“Uang palsu itu dari Sur, rencanya mau kami bawa ke Riau, karena ada yang berminat membelinya untuk uapal Rp 10 juta ditukar Rp 2 juta,  orang yang berniat beli upal itu namanya Junaidi, teman saya dia juga Sopir truk pengangkut kelapa Sawit milik PT sewangi pekan baru,” terangnya.

Dirinya kenal dengan Ujang saat membongkar muatan kelapa sawit di PT Sewangi.

“Saat duduk-duduk, Ujang memperlihatkan selembar Upal, katanya kalau saya bisa mencarikan upal, dia siap membelinya untuk 10 juta upal ditukar Rp 2 juta uang asli, Saat saya pulang ke tugumulyo saya hubungi Sur, karena dia pernah bilang punya Upal jika ada yang minat,” terangnya.

Tersangka bertemu Sur di SPBU Tugumulyo Lempuing, untuk transaksi upal.

“Dia menyerahkan upal sebanyak 3 bal kepada saya, rencananya kami mau ke Pekan Baru menemui Ujang, untuk menukarkan upal itu, tetapi saat dalam perjalanan kami di cegat polisi, saat saya digeledah polisi, Sur yang duduk dibelakang berhasil melarikan diri,” ungkapnya.

 

TEKS   : DONI AFRIANSYAH

EDITOR  : RINALDI SYAHRIL

 

 




Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *