Bupati OKI : Selewengkan ADD Berurusan Hukum

 

KAYUAGUNG – Bupati OKI, Iskandar SE menegaskan bagi kades yang berani menyelewengkan bantuan alokasi dana desa (ADD) secara sengaja, berarti siap berurusan dengan hukum.  Bupati tidak akan menotolerir kades yang dengan sengaja menggelapkan ADD untuk kepentingan pribadi.

“Kalau itu kesalahan secara administrasi, mungkin masih bisa kita tolerir dan akan diperbaiki, namun kalau itu unsur kesengajaan maka urusannya hukum,” kata Iskandar SE, diahadapn 321 kades dan 18 camat di OKI, pada acara penyerahan SK ADD, di pendopoan kabupaten, Rabu (28/5).

Iskandar menghimbau, kepada seluruh kades, dalam pengunaan ADD untuk pembangunan desa, harus benar-benar transparan. Oleh karena itu dia meminta, seluruh perangkat desa, tim penggerak PKK, organisasi kepemudahan, karang taruna harus dilibatkan dalam penggunaan dana tersebut.

“Semuanya harus dilibatkan, sehingga pengelolaanya benar-benar transparan,” ujarnya.

Kata Iskandar, permasalahan penyelewengan ADD tak sedikit terjadi di desa. Kalau tidak benar-benar dikelola dengan sesuai prosedur, bisa berakibat fatal.

“Kalian akan selalu diawasi oleh LSM, wartawan jadi sekali kalian berbuat tidak benar maka, akan terekspos kepermukaan,” katanya.

Adanya ADD yang tiap tahun dikucurkan pemerintah kabupaten, seharusnya menjadi motivasi bagi para kades membangun desanya masing-masing. Karena kapan lagi ingin berbuat baik kalau bukan saatnya. Apalagi pemerintah kabupaten saat ini telah mencanangkan program pembangunan OKI dari desa.

“Kapan lagi mau berbuat banyak untuk pembangunan desa,” ajak Iskandar.

Kepala BPMD OKI, Ali Amir, mengatakan, besaran ADD tahun 2014 ini sebesar Rp23 miliar. Jumlah yang akan diterima oleh masing -masing desa bervariasi sesuai dengan kondisi wilayahnya. Dia menghimbau kepada kepala desa yang menerima, harus mampu mengelola ADD dengan baik sesuai prosedur.

Dalam hal ini dia juga meminta seluruh camat harus mampu memonotoring pelaksanaan pembangunan infrastruktur desa di wilayah yang dipimpinnya.

“Camat jangan hanya diam saja, harus memonitoring ke setiap desa, sehingga tahu apa yang dikerjakan oleh para kades,” tandasnya.

 

TEKS   : DONI AFRIANSYAH

EDITOR  : RINALDI SYAHRIL




Leave a Reply

Your e-mail address will not be published. Required fields are marked *

Web development by oktopweb.com