1 September, Kloter Pertama CJH Berangkat

PALEMBANG – Walaupun virus Middle East Respiratory Syndrome (MERS), kini tengah merebak di kawasan Timur Tengah, namun keberangkatan calon jemaah haji (CJH) asal Sumatera Selatan (Sumsel), tidak akan ditunda.

Bahkan menurut Kepala Sub Bagian (Kasubag) Humas Kantor Wilayah (Kanwil) Kementrian Agama (Kemenag) Sumsel, Saefuddin Latief, kelompok terbang (kloter) pertama CJH Sumsel, akan diberangkatkan ke tanah suci pada 1 September mendatang.  “Satu hari sebelum keberangkatan atau pada 30 Agustus, mereka sudah harus masuk asrama haji,” kata  Saefuddin saat dibincangi di ruang kerjanya, Rabu (21/5).

Saat ini terang Saefuddin, Kanwil Kemenag Sumsel masih menunggu informasi dari Kemenang RI tentang batas akhir pelunasan Biaya Penyelenggaran Ibadah Haji (BPIH). Kemenang RI juga jelasnya, saat ini tengah membahas mekanisme pengembalian sisa uang BPIH kepada CJH 2014.

“Ongkos Naik Haji (ONH) sekarang kan turun 20 persen, karenanya CJH yang sudah melunasi BPIH akan mendapatkan sisa kelebihannya yang berjumlah US$ 308. Namun bagaimana mekanisme pengembaliannya, kita masih menunggu petunjuk dari Kemenang RI,” ucapnya.

Terkait virus MERS, Saefuddin mengatakan, sampai saat ini Kanwil Kemenang Sumsel belum mendapatkan arahan dari pemerintah Kerajaan Arab Saudi maupun Kemenag RI, apakah ada larangan atau penundaan keberangkatan haji dan umroh.

Namun pemerintah Kerajaan Arab Saudi dan Kemenag, sudah mengeluarkan himbauan agar jemaah haji dan umron yang berusia dibawah 12 tahun dan diatas 65 tahun serta jemaah yang dalam kondisi hamil, disarankan untuk menunda keberangkatan haji atau umroh.

“Ada himbauan untuk waspada, selain meningkatkan kewaspadaan kesehatan, ada juga himbauan agar jemaah tertentu seperti yang dibawah umur 12 tahun, diatas 65 tahun dan ibu hamil agar menunda dulu keberangkatan umroh/hajinya,” terang Saefuddin seraya menyebutkan, apakah akan ada penambahan pemeriksaan kesehatan bagi CJH, sepenuhnya diurus oleh Dinas Kesehatan (Dinkes).

Sebelumnya, berdasarkan data rekam medik menunjukkan ada tiga warga Sumsel yang sempat rawat di Rumah Sakit Mohammad Hoesain (RSMH), karena  diduga suspect virus MERS. Namun setelah dilakukan pemeriksaan, mereka dinyatakan negatif.

“Dari hasil rekam radiologis dan hasil tes laboraturium terhadap kondisi pasien, menunjukkan mereka negatif terhadap virus MERS. Mereka sudah dipulangkan, dalam kondisi yang sehat,” kata Plt Kepala Dinkes Sumsel, Fenty Aprina beberapa waktu lalu.

Dengan hasil tersebut terang Fenty, masyarakat tidak perlu khawatir lagi akan virus MERS. Tetapi, masyarakat tetap dianjurkan menjalankan pola hidup bersih dan sehat atau PHBS dalam kesehariannya.

“Guna mencegah, masyarakat perlu menjaga kondisi dan ketahanan tubuh mereka. Mulai dari menggunakan masker jika beraktivitas di jalanan, cuci tangan jika selesai melakukan interaksi dengan orang lain atau benda apapun. Sebab perilaku itu bermanfaat demi mencegah datangnya penyakit,” tukasnya.

 

TEKS            : IMAM MAHFUZ

EDITOR         : DICKY WAHYUDI




Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *