DPS Sumsel 5,8 Juta Pemilih

Ilustrasi Pemilu 9 April 2014 | Dok KS

Ilustrasi Pemilu 9 April 2014 | Dok KS

PALEMBANG – Daftar pemilih tetap (DPT) pemilihan presiden (Pilpres) periode 2014-2019, untuk Provinsi Sumatera Selatan (Sumsel) pada 9 Juli nanti dipastikan bertambah dibandingkan Pemilihan Legislatif (Pileg), 9 April lalu.

Berdasarkan penetapan daftar pemilih sementara hasil perbaikan (DPSHP) oleh KPU Sumsel, DPS Pilpres Sumsel berjumlah 5,8 juta (5.846.654) mata pilih. Angka tersebut bertambah sebanyak 44.228 pemilih, jika dibandingkan DPT plus daftar pemilih khusus (DPK) Pileg, 5.802.426 pemilih.

“Sudah kita tetapkan DPSHP Pilpres 2014 dan menang mengalami penambahan jika dibandingkan DPT Pileg lalu,” kata Komisioner KPU Sumsel Divisi Sosialsiasi dan Kampanye, A Naafi, kemarin.

Naafi menjelaskan, pemilih di Sumsel bertambah lantaran penyempurnaan DPK, daftar pemilih tambahan (DPTb) dan DPKtb pada Pileg lalu serta terjadinya perubahan status pemilih dari TNI/Polri.  “Selain itu, bertambahnya usai pemilih pemula yang meamsuki usia 17 tahun dan berhak memilih serta adanya urbanisasi pemilih yang pindah domisili ke Sumsel,” tegasnya.

Mengenai jumlah Tempat Pemungutan Suara (TPS) di Sumsel? Naafi memastikan akan berkurang dari jumlah TPS Pileg lalu yang mencapai 17.906 TPS di 17 kabupaten/kota se-Sumsel. “Hanya berapa pengurangannya, belum bisa dipastikan karena sedang dalam proses untuk disingkronkan,” ucapnya.

Masih menurut Naafi, berdasarkan Peraturan Komisi Pemilihan Umum (PKPU) Nomor nomor 9 tahun 2014 di pasal 16 ayat 3, tentang penyusunan daftar pemilih umum Pilpres dan Wapres. Penetapan jumlah TPS Pilpres berpatokan pada jumlah TPS pada Pilgub 2013 lalu.

“Setiap TPS maksimal mencapai 800 pemilih, berbeda dengan Pileg maksimal sebanyak 500 pemilih setiap TPS. Sehingga kemungkinan terjadi pengurangan TPS dan menambah jumlah DPT dalam setiap TPS,” ujarnya.

Sementara itu anggota Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) Sumsel Divisi Pengawasan, Kurniawan menyebut, Bawaslu memberikan masukan ke KPU Sumsel, agar mengikuti peraturan maksimal 8 ratus pemilih setiap TPS nya, dalam rangka efesiansi menggabungkan TPS berdekatan.  “Baru Kota Palembang yang terjadi pengurangan TPS, intruksinya KPU Sumsel supaya dirampingkan lagi,” ujarnya.

Menurutnya, KPU Sumsel harus melakukan pencermatan lagi terhadap penambahan pemilih serta penjelasan terkait penambahan tersebut. Selain itu, memasatikan jumlah pemilih di lapas karena berkaitan dengan logistik.

“Kejadian di  Pileg lalu, karena kurang cermat dan menyebabkan surat suara kurang di beberapa TPS. Kami berharap KPU berkoordinasi dengan pemerintah daerah, untuk memperbaiki sisa NIK invalid yang masih terjadi,” tukasnya.

 

TEKS             : DICKY WAHYUDI

EDITOR         : IMRON SUPRIYADI




Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *