Masyarakat Diminta Tunda Keberangkatan Ibadah Haji & Umroh

Ilustrasi Jemaah Haji | Bagus Park

Ilustrasi Jemaah Haji | Bagus Park

Antisipasi Penyebaran Virus MERS-CoV

PALEMBANG – Merebaknya virus Middle East Respitory Syndrome Corona (MERS-CoV) di sejumlah negara di kawasan Timur Tengah, termasuk Arab Saudi, membuat Kementrian Kesehatan (Kemenkes) memberlakukan persyaratan khusus, bagi Warga Negara Indonesia (WNI) yang ingin menunaikan haji dan umroh.

Menteri Kesehatan (Menkes), Nafsiah Mboi mengatakan, Kemenkes tidak bisa melarang masyarakat untuk bepergian ke tanah suci. “Namun jemaah haji dan umroh yang berusia diatas 51 tahun, hamil dan anak-anak dibawah 20 tahun, kita himbau untuk menunda keberangkatan,” kata Nafsiah yang dibincangi disela-sela peresmian Sistem Kapitasi JKN di Puskesmas Sukajadi, Banyuasin, Jumat (9/5).

Tak hanya jemaah yang berusia lansia dan anak-anak saja yang diminta menunda niatan baiknya itu, tetapi juga jemaah haji yang ada riwayat penyakit diabetes, ginjal dan lainnya juga diminta menunda keberangkatan mereka ke Arab Saudi. Sebab mereka sebut Nafsiah, beresiko tinggi tertular virus tersebut.

“Di Indonesia, sampai saat ini masih aman dari penyebaran virus ini. Namun sempat ada laporan, ada 51 warga kita yang terjangkit virus tersebut. Tetapi setelah dilakukan penelitian, ada 47 orang yang negatif sementara empat orang lainnya masih dalam pemeriksaan. Mereka berasal dari Medan dan Riau,” jelas Nafsiah.

Ia juga menerangkan, pemerintah sudah mengeluarkan travel advice terkait penyebaran virus MERS-CoV tersebut. Warga Indonesia yang akan bepergian ke Timur Tengah, diminta untuk menggunakan masker saat berada di keramaian. Selain itu, diminta untuk menjaga daya tahan tubuh dan berprilaku hidup sehat.

“Untuk kedatangan dari luar negeri,  kami sudah siapkan 59 Scanor Body Scare, baik di pelabuhan dan bandara. Semua yang lewat akan terindekteksi suhu badannya. Bagi yang suhu tubuhnya diatas angka normal, akan diamankan guna pemeriksaan lebih lanjut,” tegasnya.

Sementara itu, Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Palembang, Anton Suwindro yang dibincangi terpisah menyebut, Dinkes akan melakukan pemeriksaan kesehatan kepada warga Palembang yang baru pulang umroh.

Pemeriksaan tersebut dilakukan, sebagai antisipasi masuknya virus MERS-CoV ini ke metroplis. “Kami sudah melakukan koordinasi dengan travel haji maupun umroh, yang ada di Palembang. Kami akan mendatangi warga, yang baru saja pulang menunaikan ibadah umroh, untuk diperiksa kesehatannya,” ucapnya.

Menurut Anton, sistem jemput bola atau langsung datang ke rumah-rumah tersebut, akan lebih mempermudah dalam mengantisipasi penyebaran virus berbahaya itu. “Hasil pemeriksaan sementara, belum ditemukan ada warga Palembang yang positif terjangkit virus tersebut. Namun kita tetap waspada, dengan terus memantau penyebaran virus ini,” ujarnya.

Anton berjanji, akan sekuat mungkin mengantisipasi penyebaran MERS-CoV. Sehingga kalau ada warga yang terserang bisa langsung ditindaklanjuti secara medis. “Dokter sudah kami siapkan untuk melakukan identifikasi penderita MERS-CoV dengan secara aktif memastikan warga yang pulang dari Arab Saudi, tidak terkena virus tersebut,” tegasnya.

Anton menghimbau, kepada seluruh agen travel pemberangkatan haji dan umrah untuk lebih ketat dalam pemeriksaan kesehatan jemaah, yang akan berangkat ke tanah suci. Sebutnya, pemeriksaan kesehatan itu setidaknya harus dilakukan dua minggu sebelum keberangkatan. “Selain itu, pihak travel juga memberikan vaksinisasi anti magnitis agar jemaah memiliki kekebalan tubuh yang kuat, sehingga tahan terhadap berbagai virus penyakit,” tukasnya.

 

TEKS         : IMAM MAHFUZ/ALAM TRIE PUTRA

EDITOR         : DICKY WAHYUDI




Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *