Warga Pantai Timur Desak Bupati Mundur

Warga Pantai Timur dari lima kecamatan gelar demo di halaman kantor bupati OKI.

Warga Pantai Timur dari lima kecamatan gelar demo di halaman kantor bupati OKI.

KAYUAGUNG – Ratusan warga Pantai Timur, yang berasal dari lima kecamatan, yakni Sungai Menang, Cengal, Pangkalan Lampam, Tulung Selapan dan Air Sugihan, menggelar demo di halaman kantor bupati OKI.

Kedatangan mereka mendesak bupati OKI, Iskandar SE, untuk segera menandatangi surat pemekaran Pantai Timur menjadi daerah otonomi baru (DOB) yang sebelumnya telah disahkan oleh guberbur dan anggota DPR provinsi Sumatera Selatan.

Masa mengancam akan menurunkan bupati dari jabatannya bila keinginan mereka tidak dipenuhi.

Pertemuan tersebut oleh pihak Pemda OKI dimediasi oleh Sekda, Husin Asnawi, dan Assisten 1, Listiadi Martin, namun sayang pertemuan tersebut, pihak pemerintah tidak bisa memberikan kepastian tentang desakan warga. Kendati Sekda, telah menampung aspirasi mereka.

“Kami belum bisa memutuskan, karena untuk pemekaran itu perlu dikaji ulang lagi dengan mendatangkan, ahli yang bisa mengkaji apakah wilayah Pantai Timur bisa dimekarkan” kata Husin.

Mendengar jawaban Husin yang tidak memuaskan tersebut, masa langsung emosi, dan meninggalkan ruang rapat di Pemda, bahkan sejumlah warga yang emosinya tak terbendung sempat menjatuhkan kursi di ruangan tersebut, hingga suasana sempat ricuh. Dalam hal ini Kasat Pol PP langsung mendekati, untuk menenangkan.

Masa yang tidak puas, akhirnya mendatangi kantor DPRD OKI, di sana mereka menyampaikan bahwa mereka mencabut dukungan kepada bupati, dan mereka menuding bupati melakukan provokasi kepada sejumlah pejabat agar memmbatalkan pemekaran Pantai Timur mejadi DOB.

“Ini jelas kebodohan bupati, bagaimana tidak, tentang pemekaran ini sudah dibahasa sejak 13 tahun lalu, di sini gubernur dan DPR provinsi sudah menandatangani, tingal lagi bupati yang tidak mau tanda tangan lantaran perlu mengkaji lagi” kata H Feli tokoh masyarakat selaku kordinator aksi.

Mereka mengancam akan membawa masa lebih banyak lagi bila tuntutan mereka tidak dipenuhi. Bahkan mengancam akan bertindak anarkis.

“Jangan salah kan kami kalau nanti ada anggota kami yang melakukan hal hal anarkis” ancamnya.

Ilyas Panji Alam, anggota DPRD OKI, yang menerima kedatangan masa, berjanji akan menjembatani aspirasi masyarakat. Dalam waktu dekat akan memanggil bupati, untuk menanyakan alasan bupati yang akan mengkaji ulang pemekaran Pantai Timur tersebut.

 

TEKS   : DONI AFRIANSYAH

EDITOR  : RINALDI SYAHRIL




Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *