Jalan Khusus Batubara tak Kunjung Usai

pengerjaan jalan yang tak kunjung usai

pengerjaan jalan yang tak kunjung usai

PALEMBANG – Tarik ulur pengerjaan jalan khusus batubara yang biasa dikenal dengan jalur Servo, semakin runyam. Pasalnya, jalan yang sempat di take over dari PT Servo Lintas Raya  ke PT Titan itu kembali terancam akan kembali di take over ke investor lainnya.

Kepala Dinas Perhubungan Komunikasi dan Informasi (Dishubkominfo) Sumatera Selatan (Sumsel) Musni Wijaya mengatakan, hingga sekarang kejelasan penyelesaian proyek itu masih belum bisa diprediksi kapan akan selesai. “Jalan yang sudah diambil alih PT Titan itu, belum juga selesai,” kata Musni, kemarin (27/4/2014).

Menurutnya, jika ada pihak lain yang merasa mampu menyelesaikan jalan tersebut. Maka Dishubkominfo, takkan keberatan kembali melepas proyek tersebut ke investor lainnya. Hal itu dilakukan, agar jalan tersebut bisa cepat diselesaikan dan tak ada lagi truk batubara yang kucing-kucingan melintas di jalan umum.

“Memang larangan melalui jalan umum belum dicabut, tetapi truk masih saja bandel karena tak ada alternatif jalan lain akibat belum selesainya jalur servo. Untungnya jalan yang dibangun PT. Energate Prima Indonesia (EPI), sudah diselesaikan,” beber Musni.

Musni mengatakan, Dishubkominfo telah berupaya maksimal untuk menangani truk pengangkut batubara yang membandel tersebut. Buktinya, Dishubkominfo sudah beberapa kali melakukan razia, bahkan sempat menjaring 705 truk batubara pada saat razia akhir 2013 lalu.

“Kita tilang mereka, tetapi nyatanya tak menimbulkan efek jera. Untuk itu yang bisa kita lakukan sekarang melakukan koordinasi dengan pengadilan, untuk memberikan denda maksimal,” tegasnya seraya menyebut denda maksimal tersebut mencapai Rp 24 juta.

Kabid Lalulintas dan Angkutan Jalan Dishubkominfo Sumsel, Sudirman HM menambahkan, salah satu faktor yang menyebabkan truk masih kucing-kucingan yakni masih belum beroperasionalnya jalan khusus batubara. “Karena terlalu lama jadi mereka maling-malingan dan membuat jalanan macet lagi,” terang Sudirman.

Bahkan, lanjut dia, truk ini memang sudah sangat terorganisir dengan baik. Mereka mengantarkan batubara ke beberapa pelabuhan yang ada yakni Bagus Kuning, Gandus, hingga berani menuju TAA. “Jadi kita akan lakukan penertiban rutin secara terus menerus sampai benar-benar tuntas,” ujarnya.

Sementara itu, Gubernur Sumsel, H Alex Noerdin mengatakan, pembangunan jalur khusus memang sangat mendesak. Pasalnya, banyak sekali jalan umum yang rusak akibat truk batubara yang melintas.

Ia mencontohkan Jalan Tanjung Api-api masih banyak terdapat yang rusak dan berlobang. “Bisa dilihat Jalan TAA rusak sebelum sampai dermaga batubara, coba lihat setelah itu kerusakan tak ada,” tukasnya.

 

Teks     : IMAM MAHFUZ

Editor    : DICKY WAHYUDI




Leave a Reply

Your e-mail address will not be published. Required fields are marked *

Web development by oktopweb.com