Kepsek SMAN 4 Bantah Jarang “Ngajar”

KAYUAGUNG – Kepala SMAN 4 Kayuagung, Hermanto, akhirnya mengklarifikasi dugaan tentang dirinya diduga jarang mengajar di sekolahnya, walaupun saat ini telah menyandang guru bersertifikasi yang memiliki kewajiban mengajar selama 6 jam seminggu.

“Itu tidak benar kalau saya jarang ngajar, kamu kan tahu saya ini baru menjadi kepala sekolah di sini, apalagi saat ini menjelang persiapan ujian, jadi waktu saya banyak terkuras untuk mengurus hal itu, namun saya tidak melalaikan kewajiban saya untuk mengajar, sekali-sekali digantikan oleh guru di sekolah itu, karena saya banyak urusan terkait kepentingan sekolah,” bebernya.

Semetara terkait mengenai dihapusnya tunjangan jam tegak guru mengajar dan uang transpor di sekolah tersebut yang selama ini diterima para guru selama kepemimpinan kepala sekolah yang lama. Dia membenarkan, telah mengambil tindakan tersebut. Karena hal itu kata dia ada dasarnya dan tidak ada aturannya untuk pemberian tunjangan dan uang transpor itu.

“Memang benar dihapuskan karena tidak efektif, bagaimana saya katakan tidak efektif? Karena selama ini para guru dipukul rata diberikan tunjangan, yakni baik yang mengajar lebih dari 24 jam, maupun yang tidak diberikan uang tunjangan juga, ini jelas tidak efektif,” jelasnya.

Dia mengakui tindakan yang diambil menuai kontra dari para guru. Melihat kondisi ini memang ada guru yang tidak terima.

“Namun akhirnya saya kasih perjanjian. Oke tunjangan tersebut masih ada, tapi satu syarat ketika itu memang benar tidak ada aturannya apakah kalian (para guru -red) mau mengembalikan semua uang itu? Saya tanya ke mereka, apa yaang mereka jawab? tidak ada yang mau,” ungkapnya.

Menurutnya, pihaknya masih menghargai para guru yang memang mengajar diatas 24 jam, dengan diberikan tunjangan jam tegak, namun hanya berlaku bagi guru kelas saja.

“Kita tetap berikan uang tunjangan kepada para guru yang mengajar lebih dari 24 jam, yakni Rp100 ribu, per bulan, tapi tidak untuk seluruh guru yang selama ini dipukul rata,” katanya.

Mantan Kepala SMAN 4 Kayuagung, Sriyati SPd, mengatakan terkait pemberian tunjangan jam tegak dan uang transpor yang diberikannya kepada para guru mengatakan, itu hanya kebijakan kepala sekolah yang saat itu memimpin.

“Jadi tidak ada aturan baku terkait tunjangan tersebut, itu hanya kebijakan kepala sekolah saja, mas” ujarnya.

 

TEKS   : DONI AFRIANSYAH

EDITOR  : RINALDI SYAHRIL




Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *