Sopir Transmusi Kembali Mogok

Bis Trans Musi

Bus Trans Musi

PALEMBANG – Persoalan yang terjadi ada di Bus Rapit Transit (BRT) Transmusi, ternyata belum juga selesai. Buktinya, Senin (24/3), sopir dan pramugara transportasi publik yang sempat menjadi andalan Pemkot Palembang itu, kembali mogok.

Informasi yang dihimpun Kabar Sumatera, kemarin sekitar lima jam lamanya tidak ada satu pun Transmusi yang beroperasi. Itu disebabkan sopir dan pramugara bus tersebut, sejak pagi hingga pukul 11.00 WIB, memilih tidak menjalankan tugasnya.

Mereka melakukan itu, karena kecewa karena tunggakan gaji mereka belum juga dibayarkan. Namun pada pukul 12.00 WIB, awak BRT Transmusi ini kembali bekerja. Salah seorang sopir Transmusi, yang enggan disebutkan namanya membenarkan mereka sempat melakuan aksi mogok kerja.

“Yah, benar kami mogok kerja. Tapi sekitar pukul 11.00 WIB sudah masuk lagi, dan bus Transmusi mulai beroperasional sekitar pukul 12.00 WIB,” katanya saat dibincangi di koridor II, jurusan Sako-PIM.

Ia menyebutkan, start untuk operasional bus Transmusi harusnya pukul 06.30 WIB. Tetapi karena para sopir kecewa, siang hari baru operasional. “Seluruh koridor stop, tidak ada pelayanan selama lebih kurang lima jam,” bebernya.

Aksi tersebut jelasnya dilakukan mereka, karena tunggakan gaji yang belum dibayarkan. Menurutnya, 115 persen gaji mereka dengan rincian gaji bulan Januari 15 persen dan gaji Februari sebanyak 100 persen, masih belum dibayarkan.

“Biasanya kami gajian pada tanggal 27, tetapi sampai saat ini belum juga dibayar. Jika sampai Maret nanti, tidak juga dibayarkan artinya tunggakan gaji yang harus dibayarkan manajemen ke kami sebesar 215 persen,” jelasnya.

Ia berharap, Pemerintah Kota (Pemkot) Palembang untuk tidak sekedar memberikan janji saja. Sebab menurutnya, untuk menghidupi keluarga dan memenuhi kebutuhan sehari-hari, mereka sangat tergantung dengan gaji tersebut.  “Kami sangat mengharapkan, agar segera di lunasi gaji kami, jangan sampai berlarut-larut seperti ini,” harapnya.

Diancam Dipecat

Sementara itu, Wali Kota Palembang, Romi Herton yang diminta tanggapannya dengan aksi mogok yang dilakukan awak BRT Transmusi tersebut, berang. Ia bahkan mengancam akan memecat sopir dan pramuga Transmusi yang melakukan mogok kerja. “Para sopir yang mogok kerja, dipecat saja,” tegasnya.

Menurut Romi, tidak ada alasan lagi para sopir untuk mogok kerja. Karena sebutnya, gaji sopir dan pramugara Transmusi yang belum dibayarkan, akan diselesaikan pada 1 April mendatang. “Tidak ada mogok. Mereka harus bekerja seperti biasa. Tanggal 1, akan saya lunasi semua gaji yang belum dibayarkan,” janjinya.

Romi menyebutkan, gaji yang belum dibayarkan kepada para sopir dan pramugara tersebut sebanyak dua bulan kerja. Ia pastikan, kedepan tidak akan telat lagi. “Gaji mereka dua bulan akan segera dilunasi, yang coba-coba mogok saya minta dipecat saja, harus tegas. Mereka harus disiplin,” tukasnya.

TEKS              : ALAM TRIE PUTRA

EDITOR         : DICKY WAHYUDI

 




Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *