Pembangunan Fly Over Baru Dilanjutkan Dua Bulan Kedepan

Proyek Pembangunan fly over (jembatan layang) Simpang Jakabaring, Palembang. | Foto : Bagus Kurniawan

Proyek Pembangunan fly over (jembatan layang) Simpang Jakabaring, Palembang. | Foto : Bagus Kurniawan

PALEMBANG – Pembangunan fly over (jembatan layang) Simpang Jakabaring, yang terhenti saat ini kemungkinan baru akan dilanjutkan pembangunannya dua bulan kedepan. Hal ini diungkapkan Kepala Dinas Pekerja Umum (PU) Bina Marga (BM) Sumsel, Rizal Abdullah. Ia mengatakan pembangunan fly over Jakabaring kemungkinan baru akan dimulai dua bulan lagi.

Menurut Rizal, saat ini pembangunan fly over tahap dua tersebut sedang tahap tender. “Kita harap masyarakat bersabar, setelah proses tender selesai baru pengerjaan tahap dua akan dimulai, kurang lebih dua bulan lagi,” kata Rizal yang dibincangi di Griya Agung, Senin (24/3).

Ia menjelaskan, pembangunan fly over Jakabaring pada tahap pertama menggunakan sistem single year Kontrak. Hal inilah yang membuat pembangunan tersebut, masih di stop pengerjaannya saat ini sampai menunggu tahap II dlaksanakan.

Untuk pembangunan selanjutnya terangnya, harus terlebih dahulu dilakukan tender untuk menentukan siapa kontraktornya. Ia berharap sistem yang digunakan selanjutnya tidak lagi sistem single year, melainkan multi year.

Namun Rizal tidak tahu apakah sistem multiyear, akan diterapkan atau tidak pada pembangunan tahap dua nanti. “Tapi yang jelas, kita harapkan pembangunan fly over Jakabaring bisa selesai pada 2016. Jika tidak menggunakan multi years, berarti akan ada dua kali kontrak single year,” jelasnya.

Untuk masalah kemacetan di lokasi pembangunan fly over, pihaknya terlebih akan memastikan pelebaran jalan di lokasi tersebut. Menurutnya disana ada beberapa bagian yang jalannya menjadi sempit, akibat lahan yang belum di bebaskan.

“Itu kita pastikan clear dulu. Di arah Kertapati, juga harus dibaguskan tikungannya. Yang jadi masalah, adalah yang dari Plaju ke jakabaring. Terjadi bottle neck disitu. Jadi akan kami perbaiki itu, supaya lancar,” ujarnya.

Untuk pemgang tender, pihaknya berharap pemenang tender adalah perusahaan yang pada tahap pertama ditunjuk, untuk menyelesakan proyek tersebut. Dikarenakan akan lebih menghemat waktu, baik dari penyediaan peralatannya dan lain sebagainya. Tapi tegasnya, pada proses tender siapa pun boleh ikut.

Diakui oleh Rizal, sistem single year yang diberlakukan pada pembangunan tahap satu cukup membuat masalah. “Pembangunan jembatan, kalau tidak dengan multi years agak sedikit merepotkan. Tidak dipergunaknnya sistem multi years, pada pembangunan tahap satu dikarenakan banyak yang salah pengertian, bahwa untuk memakai sistem multi years peraturan-peraturannya merepotkan. Namun karena sudah terjadi seperti itu yah kita teruskan saja dengan melakukan tender lagi,” tukasnya.

 

TEKS           : IMAM MAHFUZ

EDITOR         : DICKY WAHYUDI

 




Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *