Parpol Cueki Panwaslu

PAGARALAM – Terkait tidak adanya koordinasi partai politik (Parpol) yang tak mengambil jatah kampanye, begitu disesalkan Panitia Pengawas Pemilu (Panwaslu) Kota Pagaralam. Hal itu dikemukakan Ketua Panwaslu Kota Pagaralam, Haidir Murni SH, kemarin (21/3).

Menurutnya, hingga hari keenam tidak ada satupun partai yang mengambil jatah kampanye rapat umum terbuka atau kampanye monologis. Jika satu hari ada dua parpol yang punya jadwal kampanye berarti sudah 10 parpol yang tidak mengambil jatah kampanye tersebut.

“Sejauh ini kami menilai, tidak satupun parpol merasa perlu memberikan laporan alias cuek kepada Panwaslu  terkait tidak diambilnya jatah kampanye tersebut,” katanya seraya berujar semestinya ada pemberitahuan kepada kita baik ketika akan berkampanye atau memutuskan untuk tidak berkampanye.

Memang di satu sisi ujar Haidir, tugas panwaslu setidaknya berkurang tanpa adanya kampanye terbuka. Sementara di sisi lain, sebenarnya tugas panwaslu justru lebih sulit apabila para caleg dan parpol lebih memilih pendekatan personal atau door to door.

“Sebetulnya pengawasan door to door itu begitu rawan penyimpangan dan pelanggaran, terutama politik uang (Money Politic). Sehingga kita mesti melakukan pengawasan ekstra terutama malam hari, agar tidak terjadi hal-hal yang tidak diinginkan seperti pelanggaran yang menyalahi aturan kampanye,” sambungnya.

Adapun dari jumlah 283 calon anggota legislatif (Caleg) yang bersaing untuk merebutkan 25 kursi yang ada, tidak menutup kemungkinan mereka akan menghalalkan seribu cara.

“Termasuk money politic, yang menjadi senjata pamungkas bagi para caleg yang berambisi jadi anggota Dewan,” terangnya seraya berkata kita terus mengintensifkan pengawasan guna mengantisipasi sejumlah kegiatan parpol dan caleg selama 24 jam.

Kendati demikian, sejauh ini pihaknya telah menyebar panitia pengawas lapangan (PPL) di setiap kelurahan masing-masing. Namaun sebelum menugaskan PPL ke lapagan Panwaslu terlebih dahulu memberikan pembekalan kepada mereka tentang UU serta peraturan kampanye.

“Semua ini kita dilakukan agar tidak kecolongan, sehingga kita menerjunkan PPL sebagai ujung tombak di lapangan agar lebih intens mengawasi bilamana para caleg melakukan kampaye. Selain itu, Panwaslu Kota bersama Panitia Pegawas Kecamatan (Panwascam) pun terhitung dari awal masa kampanye hingga sampai ke masa tenang akan turut mematau ke lapangan dengan jadwal piket yang telah ditentukan. Termasuk pula mereka akan dibantu pihak keamanan dari Polres Pagaralam, dua di antaranya memakai pakaian seragam dan dua lainnya memakai pakaian preman,” katanya.

 

TEKS : ANTONI STEFEN

EDITOR : RINALDI SYAHRIL




Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *