Sanksi Tegas untuk Perusahaan Perkebunan Jika Buka Lahan dengan Membakar

PALEMBANG – Gubernur Sumsel, Alex Noerdin mengingatkan kepada perusahaan perkebunan di Sumsel agar tidak membakar lahan untuk membuka areal perkebunanya. Jika ada perusahaan yang melakukannya, maka siap-siap saja mendapatkan sanksi.

Alex menyebut, itu dilakukan sebagai bentuk antisipasi kemungkinan terjadinya kabut asap di Sumsel. “Mulai sekarang,  tidak ada yang bakar-bakaran disini. Mereka (perusahaan perkebunan), sudah dikasih tahu sejak awal. Jika itu terjadi, sanksi yang diberikan sangat berat. Aset usahanya, bisa habis,” kata Alex yang dibincangi di ruang VIP Bandara Sultan Mahmud Badaruddin (SMB) II, Palembang, Rabu (19/3).

Alex menerangkan, beberapa hari terakhir memang dari pantauan satelit tercatat ada tiga titik api (hotspot) di Susmel. Namun untuk hari ini (Rabu) sebut Alex, titik api itu tidak lagi terpantau.

Walau pun begitu sebut Alex, antisipasi harus tetap dilakukan. “Antisipasi kita lakukan, Relawan Agni sudah disiapkan untuk mengantisipasinya, mereka itu kuat dan terlatih. Mereka ditempatkan di kabupaten dan kota di Sumsel dan bersiaga 24 jam,” tegas Alex.

Untuk mengantisipasi kemarau yang tiba lebih cepat ini, lanjut Alex, pemprov sudah melakukan komunikasi dan koordinasi dengan pemkab/pemkot di Sumsel untuk menyiapkan poskso-posko di tiap daerah.

Sementara itu Kepala Staf TNI AU, Marsekal Ida Bagus menyebut TNI AU telah menyiapkan berbagai fasilitas yang dimiliki seperti pesawat, untuk digunakan melakukan hujan buatan agar kabut asap tidak meluas ke daerah lain di Indonesia.

Selain pesawat sebut Ida, TNI AU juga menyiapkan helikopter dan tenda-tenda yang bisa dipakai sebagai posko. “Personil kita pun, bisa dikerahkan jika memang dibutuhkan untuk memadamkan kabut asap yang terjadi saat ini di Riau,” tukasnya.

 

TEKS             : IMAM MAHFUZ

EDITOR         : DICKY WAHYUDI

 




Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *