Keluarga Korban : Pembunuh Bapak Harus Dihukum Mati

Salah satu adegan rekonstruksi pembunuhan penggembala sapi. Yanto Ompong (tengah, duduk) dan korban (diperankan model).

Salah satu adegan rekonstruksi pembunuhan penggembala sapi. Yanto Ompong (tengah, duduk) dan korban (diperankan model). | Foto : Indra SH

PALI – Kasus pembunuhan Parijan bin Samsi, penggembala sapi di Desa Sungai Baung Kecamatan Talang Ubi terungkap sudah. Rabu (19/3) kemarin, dilakukan rekonstruksi peristiwa pembunuhan yang membuat gempar masyarakat PALI itu.

Namun meskipun pelaku sudah diamankan polisi, luka dihati keluarga korban masih tersisa. “Aku tidak terima pak. Bapak aku tidak salah, kenapa dibunuh,” ungkap Pariyem (40) anak sulung korban.

Pariyem tidak bisa menyembunyikan amarahnya. Dengan mata berkaca-kaca dan memerah, ia menatap Sunarto Alias Yanto Ompong, salah satu pelaku pembunuhan.

Pengamanan ketat dari petugas kepolisian dari Mapolsek Talang Ubi pimpinan Kapolsek AKP Zai’an ZL, membuat Pariyem hanya memandangi pelaku pembunuhan bapaknya itu.

“Bapak hanya menggembala sapi, dia (korban) tidak mengganggu orang, kenapa dibunuh,” tambah Pariyem yang mengaku selalu mengurus bapaknya selagi hidup itu.

Dalam reka ulang yang digelar Mapolsek Talang Ubi itu, terdapat 35 adegan yang direkonstruksi. Dimulai dari Sunarto alias Yanto Ompong dan Mat Oncoi (DPO), pada Jumat (24/1) membuat perencanaan untuk melakukan pencurian sapi di Desa Sungai Baung kecamatan Talang Ubi.

Kemudian berdua membeli seutas tali plastic yang akan digunakan untuk menarik sapi hasil curian. Dua hari kemudian, dengan menggunakan kendaraan mobil pickup yang disewa dari salah satu warga Talang Ubi, keudanya menuju Desa Sungai Baung merealisasikan rencananya.

Dalam perjalanan menuju lokasi, keduanya menyempatkan sarapan mie disalah satu warung didesa tersebut.

Sebelum  bertemu korban, salah satu pelaku menyiapkan sebatang kayu yang diselipkan dibelakang bajunya. Begitu bertemu korban, dengan santainya mereka berbincang-bincang dengan korban sambil merokok.

Begitu korban lengah, tersangka Mat Oncoi menghantam bagian belakang kepala korban dengan menggunakan kayu yang telah disiapkan sebelumnya. Tak pelak korban Parijan yang sudah renta tersungkur ditanah.

Saat korban tersungkur, Yanto Ompong langsung mengambil dua ekor sapi kemudian dinaikkan di mobil. Sementara Mat Oncoi menunggui korban yang telah tersengkur.

Melihat di dalam tas korban terdapat golok, tersangka Mat Oncoi membacok bagian kanan atas kepala korban. Tidak sampai disitu, bacokan kembali mendarat dibelakang telinga korban kemudian leher pun tak luput dari bacokan.

Masih belum puas, tersangka membalikkan badan korban kemudian membacok pipi kanan. Tidak sampai disitu, tersangka kemudian menggorok leher korban hingga nyaris putus.

Usai membunuh korban, kedua tersangka bermaksud membawa kedua sapi hasil curian itu. Namun salah satu sapi melawan hingga talinya putus. Saat hendak memuat sapi kedua, tiba-tiba ada suara motor yang lewat dan sapi hasil curian itupun dilepaskan.

 

Teks : Indra Setia Haris

Editor : Junaedi Abdillah




Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *