Otak Pembunuhan Sadis Diterjang Peluru

senjata-api

PALEMBANG – Setelah sempat buron hampir 1,5 bulan, tiga orang tersangka pembunuhan Bambang Susanto (32), warga Desa Upang, Kecamatan Makarti Jaya, Kabupaten Banyuasin, akhirnya berhasil dibekuk aparat reskrim Polsekta Ilir Timur (IT) I Palembang.

Ketiga tersangka ini berhasil dibekuk, setelah aparat mengejar hingga ke Belitung.

Tersangkanya, Insani  (34) warga Desa Upang Induk, dusun III, Kecamatan Makarti Jaya , Banyuasin. Lalu Afandi (22), adik tersangka Sani warga Desa Upang, dan Fikri alias Kiki (27) warga Lorong Pedatuan Dalam, Kelurahan 12 Ulu, Kecamatan Seberang Ulu (SU) II.

Bahkan Sani selaku otak pembunuhan terpaksa dihadiahi timah panas oleh aparat. Atas penangkapan ini, tersangka pengeroyokan Bambang Susanto lengkap sudah.

Afandi dan Kiki ditangkap Sabtu (15/3), di perairan Belitung saat kapal nelayan yang mereka tumpangi hendak bersandar  di Pelabuhan Tanjung Pandan, Belitung. Sebelumnya aparat terlebih dahulu menangkap Sani di Pelabuhan Tanjung Pandan, Belitung, Senin (10/30).

“Ketiga tersangka pengeroyokan telah berhasil kita tangkap semua. Tersangka ini sempat buron selama 1,5 bulan,” ujar Kapolresta Palembang Kombes Pol Sabaruddin Ginting melalui Kapolsekta IT I Kompol Afria Jaya, Minggu (16/3).

Lanjut Kapolsek, penangkapan bermula saat aparat berhasil menyelidiki tersangka sedang berada di “Negeri Laskar Pelangi”, bekerja sebagai nelayan.

Aparat reskrim Polsekta IT I dipimpin langsung Kanit Reskrim Ipda Hamsal yang mendapat informasi itu, kemudian langsung terbang ke Belitung.

Sempat menunggu dua hari di Pelabuhan Tanjung Pandan, aparat akhirnya berhasil membekuk Sani. Berusaha melawan saat ditangkap, aparat akhirnya menghadiahi betis kaki kiri tersangka Sani dengan timah panas.

Lalu, dari nyanyian Sani bahwa dua tersangka lagi masih berada di laut. Sebagian anggota kemudian membawa tersangka Sani ke Mapolsekta IT I, sementara lainnya menunggu dua tersangka lagi pulang  dari melaut.

Saat kapal nelayan, yang membawa tersangka Afandi dan Kiki hendak bersandar, aparat pun langsung mencegatnya. Awalnya tersangka Kiki sempat berusaha mengelabui aparat dan mengaku bernama Aldo.

Sedangkan tersangka Afandi bersembunyi di mesin kapal. Namun keduanya berhasil ditangkap dan langsung digelandang ke Mapolsekta IT I, yang baru tiba Minggu (16/3) dari Belitung.

“Berhasilnya penangkapan ini tidak lepas dari bantuan pihak Polres Belitung dan pihak ITE Polda Sumsel. Selanjutnya tersangka dijerat pasal 170 ayat 2 ke-2 KUHP, karena pengeroyokan menyebabkan korban tewas. Ancamannya, pidana  penjara paling lama 12 tahun,” ungkapnya.

Dihadapan aparat, tersangka Sani mengaku dendam dengan korban Bambang Susanto. Sebelumnya tersangka mengaku sempat ribut dengan Alex, adik korban. Namun bukannya melerai, korban Susanto malah ikut-ikutan mengeroyok dirinya.

Lalu saat melihat korban berada di lokasi kejadian, tersangka pun mengejarnya. Tersangka mengaku membacok kepala korban saat kejadian. Kemudian dibantu oleh tersangka Kiki yang menusuk korban, dan Afandi yang memukul korban dengan kayu balok.

“Aku serang pak. Kebetulan pas turun dan ketek lihat korban, jadi ku kejar. Saat ribut, aku sempat kalah jadi dibantu adik aku sama Kiki,” ujar tersangka, resedivis kasus perompakan tahun 2009 dan baru bebas bersyarat tahun 2012 lalu ini.

Lanjutnya, usai pengeroyokan tersebut dirinya beserta Afandi dan Kiki sempat kabur ke daerah Sei Rambutan. Kemudian mereka langsung ke Belitung untuk bekerja sebagai nelayan.

Seperti diwartakan sebelumnya, korban Bambang Susanto tewas dengan luka tusuk di bahu sebelah kanan, luka tusuk di rusuk sebelah kanan, luka tusuk di punggung kiri, luka bacok dipergelangan tangan kanan, luka bacok di wajah sebanyak empat kali.

Selanjutnya, korban langsung dikeroyok tiga pelaku tersebut. Korban sempat dilarikan ke rumah sakit AK Gani. Sempat sekarat, korban kemudian meninggal akibat luka parah yang dideritanya.

 

Teks : Oscar Ryzal

Editor : Junaedi Abdillah

 




Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *