Satu Hari 550 Ton Sampah Dihasilkan

Ilustrasi Tumpukan Sampah yang Berada dikawasan Sungai Musi | Bagus Park

Ilustrasi Tumpukan Sampah yang Berada dikawasan Sungai Musi | Bagus Park

PALEMBANG – Sampah, selama ini masih dianggap sepele oleh sebagian masyarakat Palembang. Setidaknya ini bisa terlihat, dengan mudahnya masyarakat membuang sampah sembarangan di jalan atau pun dilingkungan. Pantauan Kabar Sumatera, kemarin. Tumpukan sampah pun, masih sering ditemui dibeberapa perkampungan, jalan, selokan bahkan sungai.

Tingginya volume sampah yang dihasilkan masyarakat Palembang setiap harinya, kini menjadi ancaman. Palembang kini terancam menjadi kota sampah karena dipenuhi tumpukan sampah. Mantan Kepala Dinas Kebersihan (DKK) Kota Palembang, Agung Noegroho  menyebut, volume sampah di Palembang saat ini terus meningkat.

Dalam satu hari menurutnya, mobil pengangkut sampah milik DKK bisa tiga sampai empat kali untuk mengangkut sampah dari semua penjuru ke tempat pembuangan akhir (TPA) Sukawinatan.  “Paling banyak mengangkut sampah yang berserakan di jalan, sisa-sisa bungkus makanan dan minuman dalam kemasan,” keluhnya, ketika dibincangi, kemarin.

Dalam satu hari sampah yang dihasilkan di Kota Palembang, mencapai  500-550 ton sampah. Hitungan itu menurutnya didapatkan dengan asumsi 0.8 liter sampah per hari yang dihasilkan setiap penduduk.  Dengan bertambahnya penduduk, produksi sampah pun diprakirakan setiap tahunnya bakal meningkat.

Meningkatnya volume sampah di Palembang menurut dia, tidak hanya disebabkan pesatnya pembangunan yang ditunjukkan dengan semakin banyaknya tumbuh kompleks-kompleks perumahan baru. Tetapi juga disebabkan pola hidup masyarakat Palembang yang konsumtif.

Sampah-sampah tersebut dari hasil penelitian, mayoritas berasal dari pemukiman penduduk, pasar tradisional, pertokoan, hotel dan restoran, rumah sakit, jalan, taman kota dan industrial. “Setiap tahun, volume sampah di Palembang meningkat. Tahun 2012, volume sampah setiap harinya mencapai 562 ton. Jumlah itu, meningkat 100 ton perhari jika dibandingkan tahun 2011 yang mencapai 450 ton perhari,” sambung Kepala Bidang (Kabid) Sarana dan Prasarana DKK Palembang, Sunardi.

Disebutkan dia, sampah yang dihasilkan di Palembang tersebut 80 persennya adalah sampah rumah tangga dan sampah dari pasar-pasar tradisional. Penyumbang sampah tertinggi adalah kecamatan Ilir Timur (IT) I. Selebihnya, dari kecamatan IT II, Ilir Barat (IB) I dan Seberang Ulu (SU) I.

Tingginya volume sampah yang dihasilkan setiap harinya di Palembang tersebut, kian diperparah dengan kondisi armada yang dimiliki oleh DKK Palembang.  Saat ini kata Sunardi, mobil pengangkut sampah yang dimiliki DKK berjumlah 109 unit. Namun hanya 99 unit saja yang di operasikan sedangkan 10 unitnya belum di operasikan karena tidak memiliki plat. “Jumlah itu, masih kurang. Setidaknya kita butuh 140 unit mobil untuk mengoptimalkan kebersihan di Palembang. Ini belum ditambah dengan 5 unit yang rusak berat,”jelasnya.

Tidak hanya armada yang kurang,  kondisi TPA pun sudah memprihatinkan. “TPA Sukawinatan, luasnya kini tinggal 45 persen lagi. Sedangkan di Karyajaya tinggal 70 persen. Daya tampungnya pun hanya sampai 10-15 tahun. Kalau tidak diantisipasi, akan terjadi ledakan sampah di Palembang,” tukasnya.

 

TEKS              : ALAM TRIE PUTRA

EDITOR          : DICKY WAHYUDI

 




Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *