Pasien Kurang Mampu Keluhkan Pelayanan RSUD

PALI – Derita pasien kurang mampu nampaknya tidak pernah habis di negeri ini. Berbagai keluhan kerap dilontarkan pasien mulai dari buruknya pelayanan rumah sakit, ketidakprofesionalnya pegawai, hingga biaya pembelian obat.

Keluhan tersebut justru kerap dilontarkan pasien untuk pelayanan Rumah Sakit (RS), berplat merah (milik pemerintah). Pasien kurang mampu sering mendapatkan prilaku sombong dan cuek dari para pegawainnya.

Hal itu seperti yang terjadi di Kabupaten Penukal Abab Lematang Ilir (PALI), tepatnya di Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Talang Ubi. Pasien kurang mampu kerap mendapatkan perlakuan yang kurang baik dari pegawainnya.

Aswati (32), misalnya. Warga Bhayakara Pendopo, Kecamatan Talang Ubi, Kabupaten PALI ini mendapatkan pelayanan buruk dari rumah sakit saat hendak berobat.

Menurut Aswati, saat itu, dirinya ingin berobat di rumah sakit tersebut. Namun sayangnya,  para pegawai terlihat cuek dan sombong, dan bahkan terkesan tidak merespon keluhannya.

“Ya, ada seorang perawat di RSUD Talang Ubi, dia seorang bidan bagian poli dengan sifat yang cuek terhadap pasien, dan kurang peka,” keluhnya.

Ia berharap, pihak rumah sakit khusunya para pegawai bisa memperlakukan pasien dengan baik meski dari kalangan menengah ke bawah.   “Kami berharap kepada Direktur RSUD untuk menegur dan bertindak tegas terhadap pelayanan di RSUD,  khususnya pasien dari kalangan bawah yang kurang mendapatkan pelayanan yang maksimal,” harapnya.

Seharusnya, sambung Aswati, pegawai rumah sakit milik pemerintah ini memberikan pelayanan yang maksimal bagi warganya dan bukan sebaliknya.

Sementara itu, Direktur RSUD Talang Ubi, dr Dhandy Wijaya, melalui Kasi Pelayanan dan Medik dr Charlie mengatakan, dirinya tidak mengetahui perihal kurangnya pelayanan di RSUD ini.

Prihal seorang bidan yang sinis terhadap pasien. Namun, pihaknya akan menindaklanjuti terkait kebenarannya. “Akan kita tindak lanjuti,” katannya.

Ia menambahkan, apabila seorang pasien ingin berobat ke RSUD Talang Ubi, hendaknya ke media informasi jangan sampai salah tempat bertanya, karena semua permasalahan perlu proses.

“Jangan sampai tidak ada keseimbangan antara satu sama lainnya, dan akan mencari kebenaran yang ada, pasien sendiri agar tetap bersabar dalam mengambil kesimpulan,” pungkasnya.

 

Teks/Foto     : Indra Setia Haris

Editor            : Junaedi Abdillah

 




Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *