Kerasukan Massal di SMPN 13 OKU, Puluhan Siswa Tiba-Tiba Menangis

 

– Minta Diantarkan ke Bawah Pohon Kelapa Belakang WC

BATURAJA – Setelah Senin (3/3) lalu, 30 siswa SMPN 13 OKU mengalami kesurupan. Kamis (6/3), kesurupan itu terjadi kembali di sekolah tersebut. Kali ini, giliran 12 siswa yang mengalami kejadian yang sama.

Siswa SMPN yang berada di Kelurahan Air Paoh, Kecamatan Baturaja Timur itu, berteriak histeris, dan berbicara melantur. “Pindahkan kubur saya, di tempat yang baru jangan di tempat yang kotor ini,” kata Yuta, siswi kelas IX 2, SMPN 13, yang mengalami kerasukan.

Setelah mendapatkan perawatan oleh Edi Efrizal, salah satu pengajar di Pondok Pesantren (Ponpes) Darul Mustaqim, Baturaja, Yuta kemudian sadarkan diri. Ia kemudian dibawa keluarganya untuk pulang ke rumah.   Namun Yuta, kemudian tiba-tiba kembali ke sekolah dan minta diantarkan ke wc di sekolah tersebut.

Tak hanya Yuta, Murti Ningsih, siswa lainnya juga bertingkah aneh. Dia minta diantarkan ke bawah pohon kelapa yang berada tepat dibelakang wc sekolah tersebut. “Disana rumah saya, bawa saya kesana. Bersihkan, rumah saya,” celoteh Murti yang saat ini mengaku bernama Wiwik.

Kepala SMPN 13 Baturaja, Nurindones yang dibincangi menyebut kejadian itu kedua kalinya terjadi di sekolah yang dipimpinmnya. “Ada 12 siswa yang mengalami kesurupan, kejadiannya sekitar pukul 07.30 WIB. Saat itu,  mereka tengah belajar. Tiba-tiba ada satu siswa kelas IX 3 yang menangis sambil melamun. Setelah jumlah siswa yang kerasukan bertambah hingga menjadi 12 orang,” jelasnya.

Ia menerangkan, siswa yang kali ini kerasukan umumnya adalah siswa yang kerasukan pada Senin lalu. Sebenarnya sebut Nurindones, paska kejadian Senin lalu pihak sekolah sudah menggelar zikir bersama. Selain itu, guru di sekolah ini pun menggelar pengajian.

“Selasa (4/3), kami sudah menggelar zikir dan pengajian. WC sekolah juga sudah kita bersihkan, bahkan cat temboknya sudah kami perbarui. Untuk mencegah hal-hal yang tidak diinginkan, aktivitas belajar dan mengajar kami liburkan sementara. Kami masih berkoordinasi dengan Dinas Pendidikan, kapan siswa bisa kembali masuk sekolah,” tukasnya.

 

TEKS              : MUSLIMIN

EDITOR          : DICKY WAHYUDI

 

 

 




Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *