Perampok Sadis Dibekuk di Atas Bus

INDERALAYA – Hadi alias Idit (35), satu dari enam pelaku perampokan disertai kekerasan diciduk Satreskrim Polres Ogan Ilir (OI), diatas bus kota yang disewa keluarganya di Timbangan 32, Inderalaya, Kabupaten Ogan Ilir, Selasa (5/3) sekitar pukul 17.30 WIB.

Pelaku yang tercatat sebagai warga Desa Suak Batok, Kecamatan Inderalaya Utara ini diciduk usai menghadiri persidangan  Rusmawi keluarganya di PN Kayuagung, OKI.

Rusmawi sendiri merupakan bagian dari komplotan pelaku perampokan tersebut.

Berdasarkan catatan kepolisian, dari enam pelaku perampokan terhadap korban Hasanudin pada 30 Oktober 2013 lalu,  dua pelaku sudah tertangkap terlebih dahulu yakni Rusmawi dan Halil beberpa waktu lalu.

Hingga kini, tiga pelaku yang masih buron dan tengah di buru petugas reskrim Polres OI.

Informasi yang dihimpun, kronologis penangkapan terhadap Hadi alias Idit berawal dari adanya informasi jika pelaku Hadi berada di dalam bus kota yang di sewa keluarganya usai menghadiri sidang akan melintas di Timbangan 32.

Berbekal informasi tersebut, petugas reskrim lansung ke jalana dan berkoordinasi dengan Satlantas untuk mendeteksi bus tersebut. Melihat bus yang dimaksud melintas, anggota reskrim dan lantas langsung mengentikan bus tersebut dan langsung melakukan pencarian.

Benar saja, pelaku berada di dalam bus dan  sedang duduk di bangku tengah bus. Keadaan bus yang ramai membuat suasana sedikit gaduh lantaran pelaku mengelak saat di tangkap.

Bahkan, beberapa anggota keluarga khususnya wanita  yang berada dalam bus sempat menangis saat pelaku di bawa ke dalam mobil petugas.

Tidak ada perlawanan dari pelaku. Dan pelaku sendiri terlihat pasrah saat diamankan.

Kapolres OI, AKBP Asep Jajat Sudrajat didampingi Kasatres AKP Suhardiman, Rabu (5/3), mengatakan, pelaku merupakan bagian dari komplotan perampokan yang menembak korbannya Hasanudin.

Selain menembak, pelaku dan komplotannya juga nyaris memperkosa istri dan anak korban yang masih duduk di bangku SMA.

“Kita dapat info, langsung koordinasi lantas dan anggota reskrim juga langsung turun ke jalan. Setelah kita ketahui, bus kami berhentikan. Kami lihat pelaku ada di dalam dan dilakukan penangkapan,” ujarnya.

Kapolres, menambahkan, dengan tertangkapnya Hadi, tiga dari enam pelaku perampokan sudah diciduk. “Berarti ada tiga lagi yang buron. Anggota juga sedang memburu ketiganya,” tuturnya.

Sementara itu, terangka Hadi saat diwawancarai sedikit bungkam dan enggan menjawab pertanyaan yang diajukan sejumlah wartawan saat temui di Mapolres OI. Namun,  meski sempat mengelak, tersangka mengakui perbuatannya.

“saya berenam, tapi yang tidak lagi tidak tau,” singkatnya.

Seperti yang diberitakan sebelumnya, enam perampok bertopeng masuk ke rumah Hassanudin yang juga dijadikan tempat usaha di Desa Soak Batok, Kecamatan Inderalaya, Kabupaten Ogan Ilir, pada 30 Oktober 2013 lalu.

Korban Hasnudin sendiri sempat ditembak oleh pelaku pada bahu kiri hingga tembus, istri dan anak  perempuan korban sempat ditelanjangi. Pada saat itu, para pelaku berhasil membawa kabur uang tunai Rp 4 juta dan beberapa barang berharga lainnya hingga kerugian mencapai Rp 10 juta.

 

Teks     : Junaedi Abdillah

Editor   : Imron Supriyadi

 




Leave a Reply

Your e-mail address will not be published. Required fields are marked *

Web development by oktopweb.com