Kredit Belum Lunas, Bus Sudah Rusak

Trans Musi

Trans Musi

PALEMBANG – Nampaknya masalah terus menggelayuti PT Sarana Pembangunan Palembang Jaya (SP2J). Bagaimana tidak, belumlah usai kesulitan keuangan yang dialami perusahaan daerah itu, kini pendapatan PT SP2J kembali terancam berkurang akibat banyaknya Bus Rapit Transit (BRT) Transmusi yang di operasikan rusak.

Wali Kota Palembang, Romi Herton yang dibincangi, Selasa (4/3) mengaku sudah tahu banyaknya BRT Transmusi yang dikandangkan tersebut. Ia mengaku, baru menerima laporan dari Direktur Utama (Dirut) PT SP2J.

“Ada 40  bus yang rusak. Dari 40 unit bus rusak tersebut, ada 30 bus yang memang tidak bisa diperbaiki lagi yakni bus dengan merk Hyundai. Bus itu,  bukan rusak lagi tetapi sudah tidak bisa jalan lagi,” kata Romi.

Romi mengaku heran, dengan kerusakan bus tersebut. Pasalnya, usia bus yang dibeli oleh PT SP2J itu belum mencapai lima tahun. Bahkan sebut Romi, kredit untuk pembelian bus itu juga belum lunas.

Namun sambung Romi, ia sudah memerintahkan sekretaris daerah (sekda) untuk menelpon perusahaan yang menjadi distributor bus itu. “Sekda sudah saya perintahkan, untuk menelpon pihak Hyundai. Masa kreditnya belum lunas, bus nya sudah rusak. Bagaimana perusahaan itu, jangan hanya menyalahkan wali kota,” ucapnya.

Sementara untuk 10 unit bus lainnya, yang masih bisa diperbaiki menurut Romi akan segera diperbaiki sehingga kondisi Transmusi bisa kembali normal. .  “Yah, nanti kita perbaiki lagi yang rusak. Namun jangan sampai terus menerus seperti ini, padahal bus tersebut baru,” ucapnya.

Namun harapan Romi, untuk memperbaiki bus yang rusak itu nampaknya bakal tidak kesampaian. Pasalnya, penelusuran koran ini, Hyundai Motor Company menghentikan pasokan suku cadang kendaraan niaga kepada PT Korindo Heavy Industri (KHI), sebagai agen tunggal pemegang merek sejak 2012 lalu. Hal itu, membuat truk dan bus bermerek Hyundai di Indonesia, terancam mogok.

Selama ini, KHI memasok berbagai jenis truk Hyundai ke Indonesia berikut dengan spare partnya. Sementara untuk mobil penumpang dipasok oleh Agen Pemegang merek yang berbeda yakni PT Hyundai Mobil Indonesia.

Sebagai informasi, sebelumnya Dirut PT SP2J, Marwan Hasmen menyebut saat ini ada 55 unit BRT Transmusi yang rusak. “Dari 125 bus yang kita miliki, 55 unit nya rusak. Sehingga pegawai yang biasa mengoperasikan bus tersebut sebanyak 220 orang terpaksa kita rumahkan, sambil menunggu bus selesai diperbaiki,” tukasnya.

 

TEKS              : ALAM TRIE PUTRA

EDITOR          : DICKY WAHYUDI 

 




Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *