Dedi Pukul Kepala Rita Dua Kali, Sekretaris KPU Bunuh Instruktur Senam

rekonstruksi kasus pembunuhan yang digelar Polres Ogan Ilir, Senin (24/2), dilokasi penemuan mayat Rita di Desa Bantian, Kecamatan Lubuk Keliat, Kabupaten Ogan Ilir. Sebanyak 43 adegan diperagakan dalam rekonstrukti tersebut.

rekonstruksi kasus pembunuhan yang digelar Polres Ogan Ilir, Senin (24/2), dilokasi penemuan mayat Rita di Desa Bantian, Kecamatan Lubuk Keliat, Kabupaten Ogan Ilir. Sebanyak 43 adegan diperagakan dalam rekonstrukti tersebut.

Inderalaya – Penyebab tewasnya Rita (33), ditangan mantan Sekretaris KPU OI, Dedi Albakri, akhirnya terungkap. Dua pukulan dengan menggunakan kuci roda tepat dibagian kepala dan menyebabkan Rita tewas seketika.

Hal itu terkuak dalam adegan 26 dan 27 rekonstruksi kasus pembunuhan yang digelar Polres Ogan Ilir, Senin (24/2), dilokasi penemuan mayat Rita di Desa Bantian, Kecamatan Lubuk Keliat, Kabupaten Ogan Ilir. Sebanyak 43 adegan diperagakan dalam rekonstrukti tersebut.

Pantauan dilapangan, reka adegan untuk korban diperankan oleh Bripda Putri Ulinda. Sementara tersangka langsung diperankan oleh tersangka Dedi sendiri.

Adegan dimulai langsung pada bagian 6, saat tersangka menjemput korban di SPBU Inderalaya dekat SMAN 1 Inderalaya menggunakan mobil Dinas KPU OI,  Nissan Grand Livina yang diganti dengan mobil xenia hitam.

Usai adegan tersebut, pelaku dan koban melaju ke arah Tanjung Raja menuju Muara Kuang. Di adegan 11, dalam perjalanan, di SMPN1 Tanjungraja tiba-tiba tersangka Dedi menerima telpon dari istrinya.

Dedi pun segera mengangkat telepon tersebut. Namun lantaran cemburu dan tidak terima Dedi menerima telpon, korban Ritapun mendadak marah besar, kemudian korban memarahi pelaku sepanjang jalan.

Tak hanya sampai disitu, saat di kebun karet Brian arah ke Cintamanis, pada adegan ke 12 korban Rita  mulai memukuli Dedi serta mencakar bahu badan hingga sebagian wajah.

Meski demikian, kendaraanpun terus melaju hingga ke Desa Bantian Kecamatan Lubuk Keliat dekat pinggir Sungai Muarakuang yang terbis. Saat adegan 14, diduga tersangka merasa kesakitan dan ingin membalas.

Pada adegan 15, korban terlebih dahulu menendang pelaku dengan kaki kanannya. Lantaran kesal dengan ulah korban, pelaku pun membalas tendangan tersebut dengan kaki kiri. Hal itu terlihat di adegan 16.

Selanjutnya saat adegan 18 keduanyapun keluar dari mobil, keduanya makin emosi terlihat saat adegan 19 korban Rita menyekik leher tersangka. Puncaknya, pada adegan ke 22, Dedi pergi ke bagian belakang mobil membuka kap bagian belakang kemudian mengambil kunci roda.

Sempat terjadi saling rebut konci roda  pada adegan 22. Dan Dedi pun berhasil menguasai kunci tersebut. Selanjutnya saat adegan 26, Dedi memukul kening Rita dengan kunci roda.

Diduga sempoyongan korbanpun berbalik memutar badan saat itulah Dedi kembali memukul korban pada bagian kepala belakang hingga terjatuh ke sungai. Kejadian tersebut diperankan pada adegan 27.

Adegan 32 Dedi masuk ke dalam mobil dan pergi mengendarai meninggalkan lokasi TKP, kemudian hingga adegan 43 iapun mencuci mobil ke Desa Tanjung Batu

“Saya ke cucian mobil untuk membersihkan mobil yang kotor bannya karena lumpur, bukan untuk membersihkan darah. Saya mohon maaf atas kekhilafan ini,ini pelajaran buat saya dan sangat menyesal, minta maaf kepada keluarga korban,”katanya tertunduk lesu, Senin (23/2).

Kapolres OI AKBP Asep Jajat Sudrajat didampingi Kasatreskrim AKP Suhardiman mengatakan rekonstruksi tersebut untuk melengkapi berkas pemeriiksaan terhadap tersangka Dedi.

“Rekon berlangsung aman, kita kenakan pasal 338 ancaman 15tahun penjara. Dari peristiwa ini kita ambil pelajaran berharga kita harapkan agar siapapun tidak bermain asmara karena akibatnya bisa begini, inikan perbuatan tidak patut ditiru,” ujarnya.

Pantauan dilapangan,  reka adegan sempat menyedot perhadian warga sekitar yang ingin menegtahui kejadian tersebut. Tampak suami korban Amrullah dan kakak korban Rowaidah menyaksikan reka adegan.

Kakak korban sempat meneteskan air mata, namun enggan berkomentar atas rekon tersebut.

 

Teks      : Junaedi Abdillah

Editor    : Imron Supriyadi




Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *