Suryadi : “Berarti Kami Perangkat Ilegal”

KAYUAGUNG – Sebanyak tujuh perangkat Desa Celikah, Kecamatan Kota Kayuagung, Kabupaten Ogan Komering Ilir (OKI) tidak bisa mencairkan tunjangannya di bank terdekat. Soalnya, SK ketujuh perangkat desa ini habis masa berlakunya dan harus di perpanjang.  Mereka itu diantaranya  tiga kepala urusan dan empat kepala dusun.

Kepala Dusun (Kadus) Desa Celikah, Suryadi, Kamis (20/2) mengakui, kalau tunjangannya belum bisa  dicairkan. Informasi yang ia dapatkan, pihak bank kurang persyaratan,  sebab masa berlaku SK habis dan harus diperpanjang. Padahal, di tahun 2010 hingga 2012 bisa dicairkan sedangkan SK pengakatan habis pada 2010 yang lalu.

”Berarti kami ini perangkat ilegal. Dan, mengapa tidak dari dulu saja tidak bisa dicairkan?,” kata Suryadi kesal. Selanjutnya ia pun menambahkan.

“Pada 2010 lalu, kades pernah mengajak kami berkumpul untuk rapat perpanjangan SK, namun  hingga saat ini kami belum tahu perpanjanganya, karena kades pun sempat ngomong perpanjang bisa saya pertanggung jawabkan, sehingga kami percaya saja. Terbukti 2010 hingga 2012 tunjangan bisa cair. Nah kami binggung kok 2013 ini tunjangan kami tidak bisa cair,” ungkapnya.

Untuk itu Suryadi, berharap kepada Pemerintah Kabupaten OKI melalui dinas terkait agar dapat menyelesaikan permasalahan ini.

Dedi, Kaur Umum Desa Celikah berpendapat, memang uang sudah ada di rekening, namun tidak bisa diambil. Uang ini jumlahnya Rp 2,7 juta.

“Katanya kurang persyaratan. Coba  tanya sama BPMPD kalau tidak Sekdes  Celikah,” perintahnya.

Terpisah Kepala Desa (Kades) Celikah Hadari,  membenarkan kalau tunjangan perangkat di Desa Celika belum cair. Sebab ada masalah SK perpanjangan  karena mereka tidak melengkapi berkas.

“Kalau SK perpanjang bisa kita buatkan, tapi harus melengkapi berkas dulu,” katanya.

 

TEKS       : DONI AFRIANSYAH

EDITOR   : RINALDI SYAHRIL




Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *