Usai Akad Nikah, Digelandang Polisi

Ilustrasi

Ilustrasi

MUARAENIM – Sungguh pilu nasib pemuda asal Desa Kepur Dusun I, Kecamatan Muaraenim, baru usai melangsungkan acara akad nikah dengan gadis pujaannya, Raulius (22), yang kesehariannya menyadap karet harus digelandang polisi.

Tangis histeris istrinya, Mardiniati (18) beserta keluarganya tatkala anggota Satuan Reserse Kriminal (Sat Reskrim) Kepolisian Resort (Polres) Muaraenim membawa tersangka dengan tangan terborgol ke kantor polisi.

Setelah ditelisik ternyata, tersangka terlibat dalam aksi pencurian kendaraan bermotor yang terjadi 8 bulan silam di Suban Rambang Dangku, Kabupaten Muaraenim. Salah seorang tersangka lain yakni, Junaidi telah lebih dulu mendekam di penjara, sementara pelaku lain Ijal ditetapkan (DPO).

Menurut pengakuan, Raulius, dia telah pasrah ketika mengetahui anggota polisi mendatangi rumah istrinya, usai akad nikah. “Aku sudah tahu pak, waktu polisi datang, pasti akan menangkap aku,” ucapnya.

Bahkan, dirinya, tidak melakukan perlawanan terlebih melarikan diri. Istrinya, tidak kuasa menahan tangis, mengetahui dia terlibat aksi pencurian kendaraan bermotor. “Dia (istri tersangka,red), tidak tahu, kalau aku terlibat pencurian motor. Bahkan, tidak ada sepatah kata yang diucapkannya, waktu aku dibawah polisi ke kantor polisi,”ucapnya.

Namun, dirinya telah berpesan kepada istrinya, untuk menunggunya sampai dia bebas nanti, untuk melanjutkan kembali kehidupan yang normal. “Kalau sedih, pasti sedih Pak, bagaimana pun juga, aku baru selesai akad nikah. Ingin hidup layaknya suami istri,” terangnya.

Bahkan, sebelum dia digelandang, pihak keluarga telah memintanya agar mencium istri tercintanya sebanyak tiga kali. Namun, hal itu, tidak dilakukannya.

“Memang aku diminta keluarga saat dijemput polisi, untuk cium istri sebanyak tiga kali, tapi aku malu pak, sebab, masih banyak tamu undangan dan keluarga,”ucap Raul.

Raulius juga menceritakan, kronologis saat pencurian sepeda motor 8 bulan silam, ketika itu, dia bersama dua rekanya lainnya, Junaidi dan Ijal bonceng tiga dengan mengendarai sepeda motornya melakukan pencurian sepeda motor di areal perkebunan Akasia di Suban Jeriji Rambang Dangku.

“Kami ngambil motor, sebanyak dua unit yakni motor, Vega dan Vario. Pemiliknya, sedang bekerja di kebun akasia areal MHP. Usai mengambil motor, aku membawa motor Vega, sedangkan Ijal membawa Vario, sedangkan motor aku sendiri dikendarai Junaidi. Sementara sepeda motornya telah dijual ke Lahat. Motornya, sudah di jual ke Lahat seharga 2 juta per unitnya,”sebutnya.

Selama 8 bulan pelariannya, dia hanya bersembunyi di desa sendiri. Setelah keadaan aman, baru lah dia keluar membantu orang tua menyadap karet, milik orang tuanya sendiri.

“Aku nyadap karet, selama 8 bulan. Uang dari hasil nyadap karet untuk biaya nikah, namun, baru usai akad nikai, aku telah ditangkap polisi,”ungkapnya.

Sementara itu, Kapolres Muaraenim AKBP Mohamad Aris melalui Kasat Reskrim AKP Eryadi Yuswanto SH MH didampingi Kanit Pidum Iptu Acep Yuli Sahara, Senin (17/2), membenarkan kalau tersangka terlibat dalam pencurian sepeda motor di Desa Suban Jeriji Rambang Dangku dia areal perkebunan Akasia milik MHP.

Aksi curanmor tersebut kata Eryadi, tidak hanya tersangka Raulius saja, ada dua tersangka lagi, yakni Junaidi yang lebih tertangkap, sedangkan tersangka lagi Ijal (DPO). Dijelaskan Eryadi, dalam kasus tersebut, dua unit sepeda motor yakni, Vega dan Vario yang digasak kawanan tersangka curanmor tersebut.

“Tersangka Raulius, kita tangkap usai akad nikah, Minggu (16/2) sekitar pukul 21.00 WIB. Saat ditangkap, tersangka tidak melakukan perlawanan. Sedangkan tersangka Ijal (DPO), memang, waktu penyergapan di rumah Ijal, tersangka tidak berada ditempat,”tegasnya.

Dua unit sepeda motor yang digasak tersangka yakni, motor Vega milik Erson dan motor Vario Basri keduanya warga Desa Saka Jaya Kecamatan Muaraenim. “Kini tersangka sudah mendekam ditahanan, Selanjutnya akan menjalani pemeriksaan lebih lanjut,” pungkas Eryadi.

 

TEKS      : SISWANTO

EDITOR  : RINALDI SYAHRIL




Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *