Pemukiman Transmigrasi Diperjualbelikan

 

  • Tiap Warga Dipungut Rp 3 Juta
  • Polisi Terima Laporan

KAYUAGUNG – Pemukiman transmigrasi di  SP 7 Desa Gajah Mati, Kecamatan Sungai Menang, Kabupaten Ogan Komering Ilir (OKI) diduga diperjualbelikan oleh perangkat desa melibatkan mantan Camat Sungai Menang. Bahkan, peserta transmigrasi yang ditempatkan di lokasi tidak dipungut biaya nyatanya kini dipungut biaya.

Dugaan pungutan liar terhadap pemukiman transmigrasi dan jual beli unit permukiman transmigrasi (UPT) ini sudah dilaporkan Lembaga Swadaya Masyarakat (LSM) Transparansi Akuntabilitas Publik (TRAP)  ke Polres OKI.

Tim Identivikasi Pelaporan LSM TRAP Sumsel Adi Sucipto kepada Kabar Sumatera, Senin (17/2)  menyampaikan, bahwa telah terjadi pungutan liar untuk uang pendaftaran, bagi masyarakat yang akan menjadi anggota transmigrasi di Desa Gajah Mati, Kecamatan Sungai Menang OKI,  Setiap peserta Transmigrasi dipungut Rp 3 juta perlokasi.

“Sementara di Desa Gajah Mati ada 90 lokasi transmigrasi, itu artinya uang yang dikumpulkan dari pungli itu mencapai Rp 270 juta, pungli tersebut dilakukan oleh perangkat desa Gajah Mati, Kamarudin Samsuri, padahal program penempatan Transmigrasi ini merupakan program nasional, diperuntukkan bagi warga kurang mampu dan gratis tanpa dipungut biaya,” katanya.

Saat ini menurut dia, UPT transmigrasi SP7 Gajah Mati hampir habis, diperjualbelikan dengan harga bervariasi antara Rp 15-25 juta.

“Ini tentu tidak sesuai dengan ketentuan dan peraturan yang berlaku, kami berharap Polres OKI dapat mengusut kasus yang sudah kami laporkan ini,” terang  Edi.

Pihaknya meminta kepolisian dapat meminta klarifikasi kepada mantan Camat Sungai Menang, Kades Gajah Mati dan perangkat desa (Kamarudin Samsuri) terkait kasus tersebut.

Kami yakin Mantan Camat Sungai Menang (Ishak Idrus) yang saat dini menjabat Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata OKI, Kades dan perangkat Desa terlibat dalam kasus ini,” ungkapnya.

Sementara itu Kepala Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi  (Disnakertrans) OKI, Amirudin, kemarin, mengatakan pihaknya tidak tahu menahu soal pungli dan jual beli lokasi penempatan peserta Transmigrasi di Desa Gajah Mati, Kecamatan Sungai Menang.

“Ratusan peserta transmigrasi sudah kita tempatkan di sana, bahkan kita juga mengakomodir warga lokal untuk menjadi warga transmigrasi di sana, saya tegaskan  bahwa penempatan transmigrasi tidak dipungut biaya sepeserpun itu artinya gratis, karena semuanya dibiayai oleh APBN,” tutup Amirudin.

 

TEKS       : DONI AFRIANSYAH

EDITOR   : RINALDI SYAHRIL

 




Leave a Reply

Your e-mail address will not be published. Required fields are marked *

Web development by oktopweb.com