Bus Kota dan Angkot Dituding Biang Kemacetan

Ilustrasi Jalan Macet | Bagus Park

Ilustrasi Jalan Macet | Bagus Park

PALEMBANG-Kebiasaan bus kota maupun angkutan kota (angkot) yang ngetem atau menaik dan menurunkan penumpang di pinggir jalan, menjadi penyebab kecametan di Palembang.

Salah seorang warga yang biasa melintasi Jalan Jenderal Sudirman, Husni mengatakan, seharusnya aparat kepolisian maupun pemerintah, cepat tanggap mengatasi permasalahan seperti ini. “Karena akibat bus atau angkot berhenti mendadak, mengakibatkan pengendara dibelakangnya kecelakaan,” ungkap warga yang beralamat di Jalan A Yani, Plaju Palembang ini, Senin (17/2).

Sambung Husni, angkutan penumpang yang ngetem dipinggir Jalan juga menyebabkan mengurangi kapasitas jalan. Sehingga jalanan macet. “Kalau ini dibiarkan terus menerus, otomatis Kota Palembang akan semakin macet, seharusnya aparat terkait berani menindak tegas selain menilang, misalnya memberikan denda uang yang besar. Sehingga ada efek jera bagi para sopir yang nakal,” ujarnya.

Pengendara lainnya, Apri (33) mengatakan, di kawasan Jalan Merdeka, banyak angkot yang biasa memperlambat laju kendaraannya di persimpangan lampu merah. Bahkan para sopir ngetem di persimpangan tersebut sampai 10 menit. Yang mengakibatkan pengendara di belakangnya tidak bisa melaju.

“Polisi atau Dishub harus cepat menyelesaikan masalah ini, jangan di diamkan saja, para sopir yang mengganggu lalu lintas,” harapnya.

Kepala Bidang (Kabid) Transportasi Jalan dan Rel, Dinas Perhubungan (Dishub) Palembang, Agus Supriyanto mengatakan, dalam undang-undang (UU) Nomor 22 tahun 2009 tentang Lalu Lintas dan Angkutan Jalan, sudah jelas melarang angkot maupun bus kota berhenti semberangan dan ngetem di lampu merah.

“Sudah sering kami berikan himbauan, tapi masih saja sopir tersebut berbuat hal yang sama,”katanya. Bahkan, sambungnya, Dishub Palembang tidak memperpanjang izin trayek bagi bus kota dan angkot. Karena sesuai harapan Walikota, Palembang harus bebas bus di tahun 2015.

“Dengan adanya kemacetan, pihak kepolisian sudah menindakannya, yakni mulai dari mengusir dan memerintahkan sopir angkot maupun bus meneruskan perjalanannya sampai menjatuhkan tilang,”tegasnya.

Agus berharap, kepada para sopir untuk mentaati aturan yang ada, jangan malah membuat kesemberautan kota. Selain itu, kepada para penumpang bus maupun angkot, jangan memberhentikan sopir di sembarang tempat. “Karena hal tersebut bisa menimbulkan kemacetan dan menyebabkan kecelakaan,”tukasnya.

 

TEKS       : ALAM TRIE PUTRA

EDITOR   : DICKY WAHYUDI

 




Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *