2015, BPJS Ketenagakerjaan Harus Berjalan

Tampak petugas Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS) Kesehatan sedang melayani warga di Rumah Sakit Mohammad Hoesin (RSMH) Palembang, Kamis (2/1). Selain antrian yang cukup panjang warga juga mengeluhkan minimnya sosialisasi tentang ini, sehingga kebanyakan warga masih bingung untuk menggunakan layanan yang resmi diluncurkan 1 januari lalu. Foto : Bagus Kurniawan/KS

Tampak petugas Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS) Kesehatan sedang melayani warga di Rumah Sakit Mohammad Hoesin (RSMH) Palembang,

PALEMBANG-PT Jaminan Sosial Tenaga Kerja (Jamsostek), yang selama ini melayani jaminan sosial untuk tenaga kerja, mulai 1 Juli 2015 mendatang akan berganti “kulit” menjadi Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS) Ketenagakerjaan.

Pemprov Sumsel, melalui Pelaksana Tugas (PLT) Sekda, Mukti Sulaiman menuturkan, di tahun 2015, BPJS Ketenagakerjaan harus bisa memastikan seluruh sistem pelayanan dapat diterapkan dengan baik.

Ia mengatakan, BPJS Ketenagakerjaan harus disambut optimis dengan terus meningkatkan kinerjanya, karena hal ini merupakan bagian dari peningkatan kesejahteraan masyarakat. “2015 mendatang, keseluruhan pelayanan BPJS Ketenagakerjaan dipastikan nantinya sudah dapat diterapkan dengan baik. Sehingga kelak pegawai swasta akan mendapatkan dana pensiun, jaminan hari tua, dan tunjangan kecelakaan kerja,” kata Mukti.

“Selain harus dapat diterapkan dengan baik, diharapkan juga ada peningkatan pelayanan yang mantap,” ucap Mukti yang dibincangi saat menghadiri Costumer Gathering BPJS Ketenagakerjaan, kemarin.

Lebih lanjut Mukhti mengatakan, BPJS Ketenagakerjaan tentu lebih beragam dengan penuh tantangan yang tidak kalah besarnya, dengan BPJS Kesehatan. Untuk itu, pemprov juga ingin berbagi pengalaman dalam penyelenggaraan pelayanan kesehatan, menjadikan Sumsel sebagai provinsi pertama di Indonesia mampu mencapai Universal Health Coverage yang telah dilaksanakan sejak 2009 hingga saat ini.

“Melalui program pelayanan kesehatan yang disebut Jamsoskes Sumsel Semesta, manfaatnya sangat dirasakan masyarakat. Lebih dari dua juta orang per tahun, mendapatkan pelayanan kesehatan gratis mulai di puskesmas dan jaringannya sampai ke rujukan nasional di Jakarta,” lanjutnya.

Ia juga mengpresiasi kepada perusahaan, yang telah bergabung menjadi peserta BPJS Ketenagakerjaan. Mukti menghimbau kepada perusahaan yang belum melaksanakan ini, agar segera ikut menjadi peserta BPJS Ketenagakerjaan.

“Program ini merupakan jembatan yang memberikan jamianan menuju hidup sejahtera. Untuk itu, kepada perusahaan yang belum melaksanakan agar segera menjadi peserta,” terang Mukti.

Sementar itu, Direktur pelayanan BPJS Ketenagakerjaan wilayah Sumbagsel, Akhmad Riyadi mengatakan, BPJS Ketenagakerjaan sendiri sebagai pelaksana empat program jaminan sosial yakni jaminan kecelakaan kerja, jamianan hari tua, jamianan pensiun, dan jamianan kematian.

“BPJS terbagi menjadi dua bentuk yakni BPJS Kesehatan, yang merupakan tranformasi dari PT ASKES untuk menyelenggarakan program jaminan kesehatan dan BPJS Ketenagakerjaan, yang merupakan transformasi dari PT Jamsostek untuk menyelenggarakan program jaminan sosial tenaga kerja,” ungkapnya.

 

TEKS              : IMAM MAHFUZ

EDITOR          : DICKY WAHYUDI

 




Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *