Tiga Tahun Kabur ke Bangka Buronan Lapas Dibekuk

 

Inderalaya-Pelarian Maryanto (28), selama tiga tahun setelah kabur dari Lembaga Pemasyarakatan (LP), Tanjung Raja, Kabupaten Ogan Ilir (OI), berakhir sudah.

Warga Desa Rantau Alai, Kecamatan Rantau Alai, Ogan Ilir ini kembali dibekuk petugas lapas di Simpang Talang Balai, Kecamatan Tanjung Raja, Senin (10/2), sekitar pukul 18.00 WIB.

Maryanto merupakan tahanan lapas Tanjung Raja dengan masa hukuman 8 tahun lantaran terlibat kasus pembunuhan.

Maryanto sendiri lolos dari pantauan petugas dan berhasil kabur pada 12 Desember 2011 lalu dengan cara menyelinap dari kerumunan pengungjung lapas.

Kini, Maryanto harus kembali menjalani sisa masa tahanan selama 6 tahun kedepan setelah sebelumnya sudah menjalani masa tahanan 2 tahun.

Informasi penangkapan berawal dari adanya laporan mantan warga binaan lapas Tanjung Raja yang melihat keberadaan Maryanto.

Mendapat laporan tersebut, tim dari Lapas Tanjung Raja berjumlah lima orang meluncur ke lokasi yang dimaksud.

Benar saja, petugas melihat Maryanto saat berada di Talang Balai tidak jauh dari rumah kakaknya dan langsung melakukan penangkapan.

Tidak ada perlawanan saat ditangkap. Maryanto hanya bisa pasrah saat kembali di giring ke lapas Tanjung Raja.

Ka KPLP Ibrahim Lakoni SH, didampingi Kasubsi registrasi Maesya Volta dan Kaur Kepegawaian dan Keuangan Purnawan Dahri, mengatakan Maryanto adalah Daftar Pencarian Orang (DPO), Lapas Tanjung Raja dalam kurun waktu tiga tahun terakhir.

“Maryanto kami tangkap atas adanya laporan dari mantan warga binaan.Kita langsung buru dan akhirnya tertangkap,” ujarnya.

Ibrahin menambahkan, Maryanto adalah terpidana kasus pembunuhan dengan hukuman 8 tahun penjara.

“Sebelum kabur sudah menjalani tahanan selama 2 tahun. Dan kini harus menjalani sisanya yakni 6 tahun,” ucapnya.

Disinggung ada sanksi, Ibrahim menjelaskan, hal itu terkantung dari hasil rapat yang akan dilakukan nanti.

“Sanksi pasti ada misal tidak ada pemberian remisi taua lainnya. Tapi kitya lihat hasil rapat nanti. Yang jelas Maryanto akan kita tempatkan di sel khusus,” pungkasnya.

Maryanto saat ditemui mengaku, dirinya terpaksa kabur lantaran terlilit hutang sebesar Rp 1juta dengan sesama napi.

Dirinya kabur dengan cara menyelinap diantara pengunjung napi
yang keluar usai menjenguk.

“Saya terpaksa kabur Pak karena terlilit hutang dengan kawan. Karena tidak bisa bayar saya terpaksa kabur,” katanya.

Lanjut Maryanto, dirinya kabur selama tiga tahun ke Bangka dan bekerja sebagai penambang timah. “Kalau kaburnya ke Bangka.Saya kerja penambang timah. Balik ke Talang Balai mau ketemu kakak,” pungkasnya.

 

Teks       : Junaedi Abdillah

Editor   : Imron Supriyadi

 




Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *